Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Dalam sebuah podcast berbahasa Ibrani, ia menyamakan Jalur Gaza dengan Korea Utara, dengan alasan kedua wilayah tersebut sama-sama terisolasi dari dunia luar.
Netanyahu menyebut bahwa hanya ada dua tempat di dunia di mana penduduknya tidak bisa pergi, yaitu Korea Utara dan Gaza. Ia bahkan meragukan status kenegaraan Palestina, dengan mengatakan bahwa Gaza 'pernah menjadi sebuah negara'.
"Menurut pendapat saya, hanya ada dua negara di dunia di mana rakyatnya tidak bisa pergi. Salah satunya adalah Korea Utara, dan yang satunya lagi bukanlah sebuah negara. Namun, sebenarnya tempat itu pernah menjadi sebuah negara. Tempat itu adalah negara Palestina. Ya, itulah kenyataannya," ucap Netanyahu, merujuk pada Jalur Gaza.
"Penduduk Gaza dilarang untuk pergi," cetusnya.
Pernyataan ini disampaikan di tengah kehancuran besar yang dialami Gaza akibat serangan Israel. Perang telah membuat jutaan warga Palestina kehilangan tempat tinggal, dan sebagian besar dari mereka masih bertahan hidup di tengah reruntuhan bangunan.
Israel sendiri telah memblokade Jalur Gaza, baik jalur darat maupun laut, selama hampir 15 tahun sebelum perang besar-besaran dimulai pada Oktober 2023. Selama blokade, pasukan Israel hanya mengizinkan warga Palestina dalam jumlah terbatas untuk keluar masuk wilayah Gaza.
Artikel Terkait
Netanyahu Tolak Kesepakatan Gaza Usulan Trump
Netanyahu Tolak Gencatan Senjata Fase Kedua di Gaza
Korea Utara Sarankan Sup Daging Anjing untuk Lawan Cuaca Panas Ekstrem
Korut Murka atas Peringatan AS dan Sekutu soal Pekerja IT