Gelombang panas yang melanda Korea Selatan telah menewaskan 16 orang sejauh ini. Kementerian Dalam Negeri setempat menyampaikan hal itu pada Selasa (4/8), saat negara tersebut terus dilanda suhu ekstrem.
Sepanjang periode 15 Mei hingga 2 Agustus, tercatat 2.025 orang menderita penyakit terkait panas, dengan 16 di antaranya meninggal dunia. Data ini disampaikan dalam pernyataan resmi kementerian, seperti dikutip dari kantor berita AFP.
Rekor suhu panas di Korea Selatan telah pecah tiga kali dalam sepekan terakhir. Rekor terbaru tercatat di kota Yangsan, yang mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu lalu. Kota ini menjadi episentrum gelombang panas, dengan suhu menembus 40 derajat Celsius selama lima hari berturut-turut. Sementara itu, sejumlah kota lain seperti Daegu dan Busan juga mengalami kenaikan suhu hingga di atas 30 derajat Celsius.
Warga pun berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan atau kafe ber-AC untuk menghindari panas yang menyengat. "Saya tidak bisa memikirkan hal lain selain tinggal di tempat-tempat ber-AC seperti rumah, pusat perbelanjaan, dan kafe," ujar seorang pekerja kantoran bernama Ju Dong-yeol (27).
Ibu kota Seoul berada di bawah peringatan "gelombang panas parah" tingkat tertinggi pada Selasa (4/8), dengan suhu diperkirakan melonjak mendekati 40 derajat Celsius. Badan cuaca Korea Selatan mengeluarkan peringatan bahwa "panas ekstrem yang mengancam jiwa diperkirakan akan terjadi".
Lebih dari 20 wilayah telah ditempatkan di bawah peringatan gelombang panas darurat sejak Minggu lalu. Peringatan ini merupakan kategori baru yang diperkenalkan tahun ini untuk merespons kenaikan suhu yang semakin ekstrem.
Artikel Terkait
Korea Utara Sarankan Sup Daging Anjing untuk Lawan Cuaca Panas Ekstrem
Gelombang Panas Ekstrem Landa Korsel, Suhu Tembus 42,5 Derajat Celsius
Baek Sung Chul, Aktor Pendatang Baru yang Curi Perhatian di Drama Dream to You
Hungaria Hentikan Sementara PLTN Paks Akibat Debit Air Sungai Danube Menurun Drastis