Serangan udara dan drone yang saling dilancarkan Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, sedikitnya sembilan orang tewas di Rusia akibat serangan Ukraina, sementara lima orang meninggal di Ukraina akibat serangan Rusia.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan kedua negara, hampir empat setengah tahun setelah konflik berkepanjangan yang telah menewaskan puluhan ribu orang. Ukraina, yang selama ini bertahan, kini gencar melancarkan serangan balasan ke wilayah Rusia, termasuk ke fasilitas energi dan gudang ritel, dengan harapan menekan Moskow untuk bersedia bernegosiasi.
Di wilayah Belgorod, Rusia, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, serangan udara pada Minggu pagi menewaskan empat orang. Penjabat Gubernur Belgorod, Alexander Shuvaev, mengonfirmasi bahwa salah satu korban adalah seorang gadis berusia 13 tahun yang tewas di dekat taman bermain. "Gadis berusia 13 tahun itu terluka parah. Petugas medis yang tiba di lokasi kejadian mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menyelamatkannya, tetapi luka-lukanya tidak dapat dihindari," ujar Shuvaev.
Sementara itu, serangan drone terpisah di wilayah Saratov, yang berbatasan dengan Kazakhstan, menewaskan dua orang. Ukraina juga dilaporkan melancarkan serangan drone terhadap sebuah mobil di wilayah Udmurtia, yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer dari garis depan. Tiga orang tewas dalam serangan tersebut. Penjabat Gubernur Udmurtia, Olga Abramova, mengecam tindakan itu. "Tindakan ini mengerikan karena tidak masuk akal. Orang-orang ini jelas bukan target militer," katanya.
Di sisi lain, serangan Rusia di Ukraina menewaskan dua orang di wilayah timur Dnipropetrovsk. Sementara itu, di wilayah selatan Zaporizhzhia dan Kherson, masing-masing dua orang tewas akibat serangan tersebut, menurut otoritas regional. Secara terpisah, serangan Rusia juga menghancurkan terminal pos di wilayah Kharkiv utara, menewaskan seorang pekerja pos, seperti yang diungkapkan operator pos Nova Poshta.
Perundingan yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II ini telah terhenti sejak Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Baik Rusia maupun Ukraina membantah menargetkan warga sipil.
Artikel Terkait
Serangan Drone Ukraina Tewaskan Delapan Orang di Rusia
Serangan Rudal Rusia Tewaskan Sembilan Orang di Kyiv
Serangan Rudal Rusia Kembali Hantam Kiev, Tiga Tewas
Prabowo Sebut Situasi Geopolitik Global Sangat Rawan, Perang Ukraina Berpotensi Lebih Lama dari Perang Dunia II