Pramono Akan Tertibkan Pagar Tinggi di Mal dan Perkantoran Jakarta

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:10 WIB
Pramono Akan Tertibkan Pagar Tinggi di Mal dan Perkantoran Jakarta

Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta yang dikaitkan dengan aksi unjuk rasa menuai sorotan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai langkah tersebut menimbulkan kesan bahwa Ibu Kota tidak aman. Ia pun berencana segera mengoordinasikan penertiban pagar-pagar tersebut.

Menurut Pramono, keamanan memang penting, tetapi tidak seharusnya diwujudkan dengan pagar yang menjulang tinggi. "Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, apa pun, Jakarta itu aman, nyaman," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).

Pramono menegaskan bahwa para pelaku usaha, pengelola mal, pemilik properti, hingga perkantoran tidak perlu memasang pagar secara berlebihan. Sebab, langkah itu justru dapat memunculkan persepsi negatif terhadap Jakarta. "Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," katanya.

Pagar Tinggi Bikin Citra Buruk

Keberadaan pagar tinggi dinilai membentuk citra bahwa Jakarta sedang dalam kondisi tidak aman. Padahal, berdasarkan koordinasi dengan aparat keamanan dan penegak hukum, Pramono menegaskan situasi Jakarta saat ini kondusif. "Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," tegasnya.

Mantan Sekretaris Kabinet itu mengakui belum ada regulasi yang secara spesifik mengatur tinggi pagar mal hingga perkantoran di Jakarta. Namun, ia menilai pagar yang terlalu tinggi mengurangi kenyamanan dan estetika kota.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags