Sedikitnya sembilan orang tewas dalam serangan rudal Rusia yang menghantam Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Sabtu (1/8) waktu setempat. Puluhan lainnya, termasuk anak-anak, dilaporkan terluka.
Lebih dari belasan ledakan mengguncang Kyiv selama beberapa gelombang serangan udara, menurut saksi mata. Wali Kota Kyiv, Vitaly Klitschko, dalam pernyataan via Telegram mengonfirmasi jumlah korban jiwa dan menyebut serangan itu berasal dari pihak musuh.
"Sembilan orang tewas di ibu kota akibat serangan musuh," ujarnya.
Klitschko menambahkan, 28 orang lainnya mengalami luka-luka di area Kyiv, termasuk empat anak-anak. Dari jumlah tersebut, 17 korban luka menjalani perawatan di rumah sakit, sementara sisanya mendapatkan penanganan medis di lokasi kejadian.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam serangan tersebut. "Malam yang mengerikan di Kyiv. Karena gagal mencapai tujuannya di medan pertempuran, Rusia meningkatkan serangan udara dan aksi teror terhadap warga sipil. Ukraina sangat membutuhkan tambahan sistem pertahanan udara dan rudal, serta rudal pencegat," katanya.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa Rusia meluncurkan total 35 rudal, termasuk 27 rudal balistik, dan 185 drone tempur dalam serangan pada Sabtu tersebut. Kyiv menjadi target utama serangan Moskow.
Zelensky menyebut hanya satu rudal balistik yang berhasil dicegat. Ukraina disebut kekurangan rudal pencegat untuk sistem Patriot buatan Amerika Serikat (AS) yang digunakan untuk mencegat serangan udara Rusia.
Artikel Terkait
Serangan Rudal Rusia Kembali Hantam Kiev, Tiga Tewas
Prabowo Sebut Situasi Geopolitik Global Sangat Rawan, Perang Ukraina Berpotensi Lebih Lama dari Perang Dunia II
Rusia Terbitkan Surat Penangkapan Internasional untuk Pendiri Telegram Pavel Durov
Iran Tuntut Ganti Rugi ke Ukraina atas Serangan di Laut Kaspia