Polisi Ungkap Fakta Baru: Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Tabanan Ternyata Residivis

- Senin, 27 Juli 2026 | 12:00 WIB
Polisi Ungkap Fakta Baru: Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Tabanan Ternyata Residivis

Polisi mengungkap fakta baru terkait tewasnya seorang terduga pencuri ayam setelah dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Korban berinisial KD dipastikan membawa dua ekor ayam hasil curian saat diamankan massa.

Berdasarkan catatan kepolisian, KD ternyata seorang residivis. Ia pernah terlibat kasus pencurian cengkih pada 2018 yang ditangani Polres Tabanan. Selain itu, sepeda motor yang digunakan KD yang kemudian dibakar massa merupakan hasil curian di Kabupaten Bangli pada 2019.

"Memang benar yang bersangkutan merupakan residivis dan pernah melakukan tindak pidana serupa. Namun, penegakan hukum yang kami lakukan tetap harus terukur," ujar Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati dalam konferensi pers di Mapolres Tabanan, Minggu (26/7/2027) malam.

Polisi memastikan korban membawa dua ekor ayam, meski jenis dan nilai ekonominya masih didalami. "Yang bersangkutan ditemukan membawa dua ekor ayam curiannya. Mengenai jenis ayam dan nilainya masih kami dalami agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi," jelasnya.

KD juga diketahui membawa senjata tajam berupa pisau, ketapel, dan batu-batu kecil saat beraksi. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka: MJ, WS, KB, ML, dan ND. Meski beredar informasi keterlibatan lebih banyak pelaku, penyidik masih fokus mendalami peran kelima tersangka tersebut sebelum menentukan kemungkinan penambahan tersangka.

"Kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman. Lima orang inilah yang berdasarkan alat bukti sementara telah kami tetapkan sebagai tersangka," tegas Kapolres.

Polisi juga membantah anggapan penanganan kasus berlangsung lambat. Tim penyidik disebut bekerja tanpa henti selama dua hari untuk mengumpulkan alat bukti. "Kami dua hari tidak tidur untuk mempercepat pengungkapan kasus ini. Hari ini kami langsung menggelar konferensi pers setelah dari lokasi penyelidikan," ungkapnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags