Pemuda Madiun Kabur dari Tur Korea, Diduga Sengaja Memisahkan Diri

- Jumat, 24 Juli 2026 | 06:45 WIB
Pemuda Madiun Kabur dari Tur Korea, Diduga Sengaja Memisahkan Diri

Seorang pemuda asal Madiun, Jawa Tengah, berinisial F (22) dilaporkan kabur saat mengikuti tur ke Korea Selatan. Ia diduga sengaja memisahkan diri dari rombongan dan hingga kini belum ditemukan.

Femas berangkat dari Jakarta pada 27 Juni 2026 bersama rombongan yang terdiri dari tujuh orang termasuk tour leader. Pada malam pertama, 28 Juni 2026, para peserta diberi waktu bebas setelah rangkaian agenda selesai. Mereka berjalan-jalan di kawasan Myeongdong. Di lokasi tersebut, Femas berpamitan dengan alasan ingin mencari sepatu, namun tak kunjung kembali ke hotel.

Marketing Manager Berani Backpacker, Wiky, mengatakan tour leader yang sekamar dengan Femas sempat mengirim pesan singkat agar ia segera kembali. Pintu kamar sengaja diganjal untuk memudahkan akses, tetapi hingga pagi Femas tak kunjung tiba.

"Ditunggu sampai pagi ternyata tidak pulang sama sekali. WhatsApp sempat centang satu, kadang centang dua, tapi tidak pernah dibalas," ujarnya.

Dikira Tersesat

Awalnya pihak agensi travel mengira Femas tersesat atau mengalami kendala di jalan. Tour leader bersama tim di lokasi menyisir area terakhir tempat Femas berpamitan dan mencoba menghubunginya berkali-kali.

"Sampai hari keempat, tim lokal kami langsung mencoba membuat laporan ke Kepolisian Korea. Namun laporannya ditolak karena tidak ada unsur tindak pidana. Dia (Femas) dikategorikan memisahkan diri secara sadar, bukan sebagai orang hilang," jelas Wiky.

Pihak travel kemudian melapor ke polisi dan Imigrasi. Namun proses penanganan baru bisa dilakukan setelah masa izin tinggal peserta tersebut habis.

"Imigrasi menyampaikan akan memproses setelah masa stay-nya habis. Masa stay kan cuma 15 hari, sebenarnya visa dia sudah overstay sejak 12 Juli 2026," bebernya.

Wiky mengungkapkan, Femas tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sebelum berangkat. Ia bahkan sempat datang langsung ke kantor Berani Backpacker di Surabaya untuk memastikan legalitas travel.

"Dia datang ke kantor, tanya-tanya soal trip, bahkan sempat ngobrol juga. Jadi kami menilai dia memang serius ikut trip," ungkapnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags