Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) menghentikan tiga kapal tanker minyak yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Salah satu kapal dilaporkan meledak dan terbakar, sementara dua lainnya berbalik arah.
Dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran, IRGC menyebut kapal-kapal itu diprovokasi oleh tentara Amerika. "Tiga kapal tanker minyak, yang diprovokasi dan digoda oleh tentara Amerika yang membunuh anak-anak, mencoba melewati rute yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Insiden itu terjadi di tengah persaingan AS dan Iran untuk mengendalikan jalur vital tersebut. IRGC menyebut sebuah kapal tanker meledak saat melintas di lepas pantai Oman. "Tetapi setelah salah satunya meledak dan terbakar, dua lainnya dengan cepat berbalik dan kembali," kata pernyataan itu.
IRGC tidak menyebutkan kapan insiden itu terjadi. Namun, mereka menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran dan mengancam kapal yang melintas tanpa koordinasi akan bernasib sama. "Angkatan Laut IRGC yang kuat menekankan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali kami... dan kapal mana pun yang tertipu oleh AS dan bermaksud untuk melewatinya tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran akan mengalami nasib yang sama," imbuh Garda Revolusi.
Artikel Terkait
Trump Pertimbangkan Serangan Besar-besaran ke Iran
Trump Pertimbangkan Serangan Masif ke Iran, Israel Siap Bergabung
AS Serang Iran di 12 Titik, Targetkan Rudal dan Drone
Undian Asian Games 2026: Tim Voli Putra Indonesia Hadapi Iran, Putri Bersua Jepang