Tingkat Pengangguran Jakarta Turun Jadi 6,03 Persen, Pramono Sebut Ekonomi Kian Sehat

- Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB
Tingkat Pengangguran Jakarta Turun Jadi 6,03 Persen, Pramono Sebut Ekonomi Kian Sehat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan perbaikan signifikan pada sektor ketenagakerjaan di ibu kota. Dalam acara Jakarta Budget Talks di Balai Kota, Rabu (22/7/2026), ia menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta turun menjadi 6,03 persen pada Februari 2026, menurun 0,15 poin dibanding tahun sebelumnya.

Pramono menjelaskan, jumlah penduduk yang bekerja kini mencapai 5,2 juta orang, bertambah 62.180 orang secara tahunan. Tingkat partisipasi angkatan kerja juga meningkat 0,08 poin menjadi 65,48 persen. "Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari tingkat pengangguran terbuka di Jakarta yang menurun," ujarnya.

Penurunan angka pengangguran, menurut Pramono, didorong oleh berbagai program pemerintah provinsi. Salah satunya adalah program padat karya yang membuka 2.843 lowongan di sejumlah organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Selain itu, Pemprov DKI menjalankan program magang bagi lulusan SMA atau sederajat. Hingga semester I 2026, sebanyak 1.000 lulusan telah mengikuti program tersebut dengan melibatkan 107 perusahaan. Pelatihan reguler juga diikuti 630 peserta, sementara Mobile Training Unit (MTU) menjangkau 2.731 peserta di berbagai wilayah Jakarta.

Pramono menilai capaian ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak hanya tercermin dari indikator makro, tetapi juga berdampak langsung pada kesempatan kerja. "Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja, peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," tuturnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags