Gedung SD Roboh di Jaksel Terbengkalai, Ratusan Siswa Terpaksa Belajar Siang

- Selasa, 21 Juli 2026 | 11:45 WIB
Gedung SD Roboh di Jaksel Terbengkalai, Ratusan Siswa Terpaksa Belajar Siang

Kondisi SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan kian memprihatinkan. Sejak roboh pada November 2024, gedung sekolah itu dibiarkan terbengkalai tanpa tanda-tanda perbaikan. Besi penyangga atap melintir dan bertumpuk tak beraturan, genteng pecah berserakan bercampur puing, buku, dan alat tulis yang tertutup debu tebal. Bangku dan meja belajar masih tersusun di tempatnya, namun kini tertimbun reruntuhan atap yang ambruk. Di salah satu sudut dinding yang masih berdiri, jadwal piket kelas masih menempel menjadi saksi bisu aktivitas siswa sebelum gedung ditinggalkan.

Empat ruang kelas dan satu unit kesehatan sekolah (UKS) ambruk. Meski bangunan utama telah dikosongkan sejak November, kondisi ruang kelas nyaris tidak berubah. Kini tak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Ratusan siswanya terpaksa menumpang belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Hanya bagian lorong yang berjarak beberapa meter dari reruntuhan yang masih utuh, digunakan sebagai ruang kepala sekolah dan administrasi.

Salah satu orang tua murid kelas 5, Evi (33), menceritakan peristiwa robohnya gedung terjadi saat libur Pilkada November 2024. "Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba roboh. Robohnya itu juga nggak langsung, pelan. Nah, waktu sore hari hujan deras, baru langsung bruk gitu saja. Ada empat kelas dan satu UKS, jadi lima ruangan (yang ambruk)," ujarnya.

Evi mengeluhkan kondisi belajar anak-anak yang tidak nyaman. Para siswa harus masuk siang hari sehingga waktu istirahat dan aktivitas lainnya terganggu. "Intinya nggak nyaman, anak-anak tuh pengennya sekolah di sekolahannya sendiri. Masuk siang itu bikin kurang istirahat. Terus harapan anak-anak itu besar banget, 'Ya Allah kapan ya sekolah pagi lagi biar aku bisa ngaji?'," tuturnya menirukan ucapan anaknya.

Jadwal sekolah siang membuat anak-anak kehilangan waktu mengaji sore. Evi menyayangkan lambatnya respons terhadap kondisi sekolah yang berada di pusat kota. "Kembali lagi secara SD kan pengennya masuk pagi, apalagi di Jaksel gitu kan. Buat orang tua murid juga kan mikir, ini kita di Jakarta lho, Jakarta Selatan lagi! Masa seperti ini nggak diperbaiki, kok lama banget. Ini benar-benar roboh yang nggak layak banget, miris banget," tuturnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags