Timnas Inggris menundukkan Prancis dengan skor 6-4 dalam laga perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut melalui akun X pribadinya.
"Hasil luar biasa malam ini @England. Kalian sudah membuat kami bangga," tulis Starmer, Minggu (19/7/2026). Ia menilai apa yang diraih Harry Kane dan kawan-kawan sungguh luar biasa.
Starmer yang sebentar lagi meninggalkan jabatannya itu memang konsisten mendukung timnas. Bahkan, ia sempat menyiapkan rencana hari libur nasional jika Inggris menjadi juara Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Starmer juga mendorong FIFA untuk menyelidiki pemain Timnas Argentina yang membentangkan spanduk klaim atas Kepulauan Falkland. Penyerang sekaligus kapten Argentina Lionel Messi bersama rekan-rekannya membentangkan spanduk bertuliskan 'Malvinas milik Argentina' seusai kemenangan semifinal atas Inggris.
Menurut laporan The Guardian, Jumat (17/7/2026), Downing Street menyebut Starmer menonton pertandingan tersebut saat dalam perjalanan ke Ukraina dengan kereta api untuk kunjungan luar negeri terakhirnya sebagai PM. Downing Street mengatakan Starmer mendukung seruan Menteri Perdagangan Peter Kyle agar FIFA menyelidiki pelanggaran aturan yang mungkin terjadi.
Setelah kemenangan Argentina 2-1 dalam pertandingan yang penuh gejolak di Atlanta pada Rabu (15/7), beberapa pemain membentangkan spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas', menggunakan istilah wilayah tersebut untuk kepulauan di Atlantik Selatan.
Argentina akan menghadapi Spanyol di final pada Minggu (19/7). Ketika ditanya siapa yang akan didukung Starmer, juru bicaranya mengatakan: "Perdana Menteri mendoakan yang terbaik untuk kedua tim di final, terutama Spanyol."
Mengenai spanduk kontroversial itu, juru bicara menegaskan: "Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Posisi kami tidak berubah. Penentuan nasib sendiri berada di tangan penduduk pulau dan komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah. Secara lebih luas, tindakan potensial adalah urusan FIFA, tetapi ini adalah Piala Dunia yang fantastis dan kami telah mengatakan sepanjang waktu bahwa politik harus dijauhkan dari sepak bola."
Artikel Terkait
Sportivitas di Balik Sengitnya Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Kepulauan Falkland: Sejarah Panjang Sengketa Argentina-Inggris yang Kembali Memanas
Inggris Hajar Prancis 6-4, Raih Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
Inggris Hancurkan Prancis 4-0 di Babak Pertama Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026