Menteri PPPA Apresiasi Gresik Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak dan Raih Peringkat Tiga Nasional

- Selasa, 23 Juni 2026 | 00:15 WIB
Menteri PPPA Apresiasi Gresik Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak dan Raih Peringkat Tiga Nasional

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik, sebuah langkah yang menjadi titik temu antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor industri dalam memperkuat komitmen terhadap hak-hak perempuan dan anak. Dalam kunjungan yang berlangsung di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik itu, Menteri yang akrab disapa Arifah itu memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Gresik mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa hak-hak anak di wilayah itu benar-benar diprioritaskan.

Lebih dari sekadar predikat, Kabupaten Gresik juga mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Daerah ini berhasil menempati peringkat ketiga dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA). Capaian tersebut sekaligus menjadikan Gresik sebagai yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. “Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Arifah dalam keterangan tertulis pada Senin (22/6/2026).

Dalam kunjungannya, Arifah menyoroti langkah konkret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam melindungi kelompok rentan. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari, sebuah fasilitas yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan perempuan, seperti pengemudi ojek online dan pekerja harian. Menurut Arifah, fasilitas ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah bagi perempuan yang harus bekerja sambil mengasuh anak.

Tak hanya itu, Menteri PPPA juga mengapresiasi perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik, dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan,” ungkap Arifah.

Dalam rangkaian kunjungannya, Arifah sempat meninjau langsung TPA Masmundari. Kehadirannya disambut antusias oleh anak-anak yang berada di tempat penitipan tersebut. Ia kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta. “Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Di sela-sela kunjungan, seorang ibu yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online berbagi cerita kepada Arifah. Ia mengaku hidupnya jauh lebih tenang sejak adanya fasilitas tersebut. “Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini. Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa sebagai daerah industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun sinergi dengan perusahaan BUMN maupun swasta. Tujuannya untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pemenuhan hak-hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, hingga pengaturan jam kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan. “Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik,” ujar Yani.

Di sisi lain, Direktur PT Petrokimia Gresik Daconi Khotob memaparkan berbagai fasilitas dan program perusahaan dalam mendukung pekerja perempuan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan sejumlah layanan yang ramah bagi pekerja perempuan. Salah satunya adalah keberadaan TPA yang telah beroperasi sejak 1993. Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak pegawai perusahaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar perusahaan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar