Lebih dari seribu delegasi muda dari sepuluh negara di Asia Tenggara dan kawasan global lainnya berkumpul dalam forum diplomasi kepemudaan bergengsi, Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2026. Ajang yang diselenggarakan oleh Globy ini berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juni 2026, di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta.
"Model United Nations bukan sekadar simulasi sidang. Ini adalah laboratorium kepemimpinan tempat generasi muda belajar berdialog, menyampaikan gagasan, dan merumuskan solusi bersama atas berbagai persoalan dunia," ujar Founder dan CEO Globy, Muflih Dwi Fikri, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.
Muflih menambahkan, perhelatan GM MUN dirancang khusus untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pemuda Indonesia. Melalui forum ini, generasi muda didorong untuk tampil sebagai aktor perubahan di tingkat internasional, bukan sekadar menjadi pengamat dinamika global.
Mengusung tema "Forging a Sustainable Future", para delegasi yang berasal dari 200 institusi pendidikan dan organisasi kepemudaan saling beradu gagasan. Negara-negara yang mengirimkan perwakilannya antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Lebanon, serta beberapa negara mitra lainnya. Fokus pembahasan dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini berpusat pada krisis global, mulai dari perubahan iklim, kesehatan dunia, migrasi internasional, hingga pemerataan akses pendidikan.
Istimewanya, pelaksanaan GM MUN 2026 kali ini telah mendapatkan kurasi resmi dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal tersebut memberikan nilai tambah bagi para peserta karena sertifikat resmi yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan akademik, seperti pendaftaran perguruan tinggi dan program beasiswa.
Upacara pembukaan forum ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai organisasi internasional. Chief of Education Unit UNESCO, Santosh Khatri, menyoroti pentingnya aspek pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang tangguh menghadapi krisis global. Senada dengan itu, Partnership Officer WHO, Ayunita Khairunnisa Mahdy, menekankan bahwa tantangan kesehatan dunia hari ini memerlukan kerja sama lintas sektor dan lintas negara yang solid.
Di sisi lain, Executive Director A&T Holidays, Joshua Mahawira Aswinabawa, memaparkan peluang besar pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui sektor pariwisata yang bertanggung jawab. Perspektif mengenai pentingnya kontribusi pemuda Indonesia juga disuarakan oleh Vice Coordinator OISAA untuk Amerika dan Eropa, Nugraha Akbar Nurrochmat. Menurutnya, keterlibatan aktif di kancah internasional menjadi langkah krusial untuk memperkuat posisi diplomasi Indonesia di mata dunia.
Dukungan serupa juga datang lewat pesan video dari Senior Protection Officer UNHCR, Emily Bojovic, dan IOM Chief of Mission to Indonesia, Jeffrey Labovitz. Keduanya kompak mengajak generasi muda terlibat aktif membangun tata kelola global yang inklusif dan berkeadilan.
Keberhasilan penyelenggaraan edisi ke-21 ini menjadi modal penting bagi Globy untuk menatap pelaksanaan GM MUN berikutnya. Forum selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 16-18 Oktober 2026 di Grand Sahid Jakarta dengan target cakupan negara dan komite yang lebih luas. Sebagai platform pengembangan kompetensi pemuda, Globy terus konsisten membina generasi muda dalam berbagai program internasional, mulai dari Model United Nations, debat akademik, penulisan ilmiah, hingga World Scholar's Cup.
Artikel Terkait
Koalisi Pemerintahan Soroti Sikap Politik PDIP, Demokrat dan PKS Minta Kejelasan Posisi
Pemprov DKI Berlakukan Tarif Rp1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Tiga Hari HUT ke-499 Jakarta
Spanyol Hajar Arab Saudi 4-0, Amankan Puncak Klasemen Grup H Piala Dunia 2026
Penumpukan Sampah di Kali Gendong Jakarta Utara, Pansus DPRD Dorong Optimalisasi TPS