Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap serangan militer Israel di Lebanon. Dalam pernyataannya, Trump menilai bahwa tidak semua penghuni gedung apartemen yang menjadi sasaran serangan merupakan anggota Hizbullah, kelompok yang selama ini menjadi musuh utama Tel Aviv.
Trump menyebut bahwa Israel telah berperang melawan Hizbullah dalam waktu yang terlalu lama dan mengakibatkan terlalu banyak korban jiwa. “Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali mencari seseorang. Ada banyak orang di dalam gedung-gedung itu, dan mereka tidak semuanya anggota Hizbullah,” ujar presiden AS tersebut.
Alih-alih terus melanjutkan operasi militer di Lebanon, Trump justru menyarankan agar Israel menyerahkan penanganan Hizbullah kepada Suriah. “Saya menyarankan agar Israel membiarkan Suriah yang menangani Hizbullah. Sejujurnya, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa dalam konteks negosiasi, Washington dan Tel Aviv berada dalam posisi yang sama. Ia memperingatkan bahwa setiap serangan Israel terhadap Lebanon atau pendudukan wilayah Lebanon secara berkelanjutan akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian sementara dengan Amerika Serikat.
“Menurut pandangan kami, kedua pihak dalam memorandum ini adalah Amerika Serikat dan Israel di satu sisi, serta Iran dan Hizbullah di sisi lain,” kata Araghchi.
Sejak awal konflik, Iran memandang bahwa front perlawanan di Iran dan Lebanon bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan satu kesatuan. Lebanon sendiri telah lama menjadi arena pertempuran bagi kekuatan regional dan internasional. Iran kehilangan banyak pengaruh di negara itu setelah perang besar pada akhir tahun 2024, ketika Hizbullah mengalami sejumlah kemunduran militer. Akibatnya, keseimbangan kekuatan di Lebanon bergeser ke arah kubu anti-Iran.
Meski demikian, Araghchi menyatakan bahwa Hizbullah akan tetap memiliki pengaruh di Lebanon. Iran percaya bahwa nota kesepahaman yang ada mencakup pengakhiran pendudukan Israel atas wilayah Lebanon.
Editor: Yuliana Sari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KTT G7 di Evian Didominasi Perang Ukraina dan Konflik Iran, Von der Leyen Tegaskan Sanksi Tak Akan Dicabut Tanpa Perubahan Nyata
DPR Setujui Pagu Anggaran ESDM Rp27,33 Triliun untuk 2027, 82 Persen Dialokasikan ke Infrastruktur Energi dan Program Rakyat
BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa yang Diduga Ditunggangi Kepentingan Politik, Soroti Koneksi Eks Ketua BEM UGM dengan Jenderal Purnawirawan
Deschamps Sambut Laga Perdana Piala Dunia 2026 Lawan Senegal dengan Optimisme, Tak Ada Dendam 2002