Menteri Lingkungan Dorong Dunia Usaha Percepat Adopsi Teknologi Bersih dan Ekonomi Sirkular

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:15 WIB
Menteri Lingkungan Dorong Dunia Usaha Percepat Adopsi Teknologi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, menilai sektor dunia usaha memegang peranan krusial dalam mendorong adopsi teknologi bersih dan mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular guna menjawab berbagai tantangan lingkungan yang kian kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur saat menghadiri Invirotech 2026, sebuah pameran dan konferensi teknologi lingkungan berskala internasional yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Acara ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

“Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular,” ujar Jumhur dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Jumhur, pengembangan teknologi dan inovasi harus terus digencarkan agar mampu memberikan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan, sekaligus membantu industri menjalankan tanggung jawabnya. “Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jumhur meninjau langsung sejumlah program pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular yang dipamerkan oleh MIND ID bersama anggota grupnya. Kehadiran BUMN holding industri pertambangan ini melalui booth pameran merupakan bagian dari upaya menunjukkan praktik nyata pengelolaan limbah yang berorientasi pada pengendalian dampak lingkungan serta penciptaan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. MIND ID memperlihatkan bahwa limbah yang dikelola secara tepat dapat bertransformasi menjadi sumber daya yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Di dalam booth tersebut, MIND ID menampilkan tiga area utama yang merepresentasikan pendekatan pengelolaan limbah secara terintegrasi. Pada area pertama, dipamerkan program pengolahan sampah organik berbasis maggot yang telah dijalankan di berbagai wilayah operasional. Selama penyelenggaraan Invirotech 2026, sampah organik yang terkumpul dari pengunjung diolah secara langsung menggunakan maggot. Hasil pengolahan, seperti volume sampah yang terurai dan pupuk organik yang dihasilkan, disampaikan secara transparan. Dari aktivasi ini, pengunjung mendapatkan pupuk sebagai ajakan untuk bersama-sama memulihkan kelestarian alam.

Sementara itu, pada area kedua, MIND ID menghadirkan demonstrasi pengelolaan sampah plastik melalui alat plastic press dan plastic crusher. Alat ini merepresentasikan implementasi program bank sampah di masyarakat. Pengunjung dapat berpartisipasi dengan menyetorkan sampah plastik yang kemudian diolah dan ditampilkan sebagai bagian dari proses daur ulang. Ditampilkan pula teknologi 3D printer yang menjadi representasi bahwa sampah anorganik di Grup MIND ID mampu menghasilkan produk kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai tambah ekonomi. Inovasi ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Di sisi lain, pada bagian atas booth, MIND ID menghadirkan instalasi bertema Awan Mendung dan Awan Cerah. Instalasi ini menjadi simbol komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar hiasan, instalasi tersebut merepresentasikan tujuan jangka panjang dari berbagai program pengelolaan limbah yang dijalankan, yakni menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

MIND ID meyakini bahwa pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam transformasi industri pertambangan menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Perusahaan berharap semakin banyak dukungan publik terhadap penguatan praktik pengelolaan lingkungan yang berbasis inovasi dan teknologi. Bagi MIND ID, pertambangan tidak hanya tentang menghasilkan mineral, tetapi juga memastikan bahwa setiap prosesnya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar