Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah keras bertanggung jawab atas serangan rudal yang menghantam Bandara Internasional Kuwait pada Rabu (3/6) waktu setempat, sebuah insiden yang menewaskan seorang warga negara India dan melukai 63 orang lainnya. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui saluran Telegram, juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, menegaskan bahwa pihaknya tidak menembakkan satu pun proyektil ke arah terminal penumpang bandara tersebut.
“Investigasi dan peninjauan kami terhadap serangan terminal penumpang Kuwait menunjukkan bahwa Angkatan Udara IRGC tidak melepaskan tembakan apa pun ke target ini,” ujar Mohebi, seperti dilansir kantor berita AFP pada Kamis (4/6/2026).
Mohebi justru mengarahkan tuduhan kepada sistem pertahanan udara buatan Amerika Serikat. Menurutnya, kehancuran di terminal penumpang disebabkan oleh kegagalan sistem Patriot milik Amerika yang gagal mencegat rudal Iran, sehingga jatuh dan meledak di area bandara.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran memang mengakui telah melancarkan serangan rudal, namun menegaskan bahwa sasaran yang dibidik adalah Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, yang diketahui menjadi basis helikopter milik pasukan Amerika Serikat. Klaim ini mempertegas bahwa IRGC tidak menargetkan area sipil.
Serangan tersebut sempat melumpuhkan total operasional Bandara Internasional Kuwait City, ibu kota negara Teluk itu. Seluruh lalu lintas penerbangan terhenti selama beberapa jam, sebelum akhirnya kembali normal pada hari yang sama dengan seluruh jadwal penerbangan Kuwait Airways beroperasi kembali.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kuwait mengeluarkan pernyataan yang sangat berbeda. Mereka menyebutkan bahwa sebanyak 30 rudal balistik dan drone diluncurkan dalam apa yang mereka istilahkan sebagai “agresi Iran yang keji”. Akibatnya, bangunan bandara mengalami kerusakan material yang signifikan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India telah mengonfirmasi identitas korban tewas sebagai warga negaranya dan mengecam keras serangan tersebut. Pemerintah India mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil.
Artikel Terkait
Kebakaran Besar di Kemayoran Hanguskan 250 Bangunan, Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu
Bulog Serap 3 Juta Ton Setara Beras dari Petani hingga Juni 2026, Capai 75 Persen Target Tahunan
Puluhan Personel Dikerahkan Bersihkan Tumpukan Sampah Mirip Pulau di Pesisir Jakarta Utara
Rieke Diah Pitaloka Beri Pesan Haru untuk Nanik S. Deyang Usai Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional