Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Harta Rp234,5 Miliar Terungkap

- Kamis, 04 Juni 2026 | 10:35 WIB
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Harta Rp234,5 Miliar Terungkap

Wakil Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, resmi menyandang status tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menyerahkan diri pada Rabu malam. Penetapan status hukum itu sekaligus membuka tabir kekayaan pribadi pejabat yang pernah memimpin dua perusahaan pelat merah tersebut.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat di situs resmi KPK, total harta Silmy Karim mencapai Rp234,5 miliar. Angka fantastis itu terdiri dari berbagai aset, mulai dari tanah, bangunan, kendaraan mewah, hingga surat berharga.

Silmy tercatat memiliki 11 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan dengan nilai total Rp184,02 miliar. Selain properti, ia juga memiliki tujuh unit kendaraan yang ditaksir senilai Rp8,47 miliar. Koleksi kendaraannya mencakup dua unit sepeda motor Harley Davidson buatan 1998 dan 2003, serta lima mobil klasik dan modern, termasuk Jeep CJ7 tahun 1988, Mercedes Benz 280E tahun 1979, Toyota Land Cruiser tahun 1981, Jeep Wrangler tahun 1996, dan satu unit Mercedes G63 tahun 2022 yang menjadi aset termahal dengan nilai Rp6 miliar.

Sementara itu, Silmy juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp11,39 miliar, surat berharga sebesar Rp8,69 miliar, serta kas dan setara kas yang mencapai Rp31 miliar. Seluruh aset tersebut dilaporkan sebagai hasil usaha sendiri.

Sebelum menjabat sebagai wakil menteri, Silmy Karim memiliki rekam jejak panjang di sektor publik dan BUMN. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2023, serta sebelumnya memimpin PT Krakatau Steel dan PT Pindad (Persero) sebagai direktur utama.

Proses penahanan Silmy berlangsung dramatis. Setelah sempat menjadi buronan penyidik KPK, ia akhirnya menyerahkan diri dan menjalani pemeriksaan intensif semalaman. Kamis pagi sekitar pukul 08.38 WIB, Silmy turun dari lantai dua gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Kedua tangannya telah terborgol, dan ia hanya bisa tertunduk saat digiring oleh penyidik bersama tujuh orang lainnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar