Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan tambak udang dan ikan produktif sebagai langkah strategis memperkuat swasembada protein nasional. Langkah ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (25/5/2026).
“Hasil panen udang dari kawasan akan diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai bagian dari penguatan swasembada protein,” kata Zulkifli.
Sebelumnya, Presiden Prabowo meninjau langsung panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara turut menarik jaring bersama Zulkifli Hasan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Pemerintah menempatkan panen raya udang tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan protein masyarakat sekaligus membuka peluang ekspor. Selain kawasan tambak udang di Kebumen, Presiden juga mendorong pembangunan tambak udang di Waingapu seluas 2.000 hektare dan Gorontalo seluas 200 hektare.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pengembangan tambak ikan di kawasan pantai utara Jawa Barat seluas 14 ribu hektare. Adapun tambak udang di Desa Tegal Retno, Kebumen, memiliki luas lahan 65 hektare dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak. Kawasan tersebut dikelola Badan Layanan Umum (BLU) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan telah dibangun sekitar tiga tahun.
Zulkifli menyebutkan setiap hektare tambak ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang. Dengan harga sekitar Rp70 ribu per kilogram, kawasan tersebut ditargetkan menghasilkan produksi hingga 960 ton per siklus atau sekitar 1.920 ton per tahun.
“Nilai produksi tambak tersebut mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau Rp134,4 miliar per tahun, menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal,” ungkap Zulkifli.
Berdasarkan data KKP, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD6,27 miliar, dengan komoditas udang menyumbang sekitar USD1,87 miliar atau hampir 30 persen dari total ekspor perikanan nasional. Pemerintah menilai sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penopang penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan devisa negara.
Setelah capaian swasembada beras, jagung, telur, ayam, dan ikan, pemerintah kini mengarahkan pengembangan tambak udang dan ikan untuk memperkuat swasembada protein. Zulkifli menilai penguatan swasembada protein diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas angkatan kerja, kecerdasan anak, serta percepatan penurunan stunting.
Artikel Terkait
Pria Pati Batalkan Pernikahan Usai Calon Istri Kabur dengan Kekasih, Minta Ganti Rugi Rp30 Juta
Pria Duda di Serang Tega Habisi Nyawa Kekasih karena Disebut ‘Mokondo’
Polisi Selidiki Video Viral Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari Jakarta Barat
KPK Panggil Anggota DPRD Rejang Lebong Anton Doriska Jadi Saksi Suap Ijon Proyek