Kasus TPPO Lintas Negara Turun 65,92 Persen, Tapi Tingkat Kerentanan di Daerah Kantong Pekerja Migran Masih Tinggi

- Senin, 25 Mei 2026 | 12:15 WIB
Kasus TPPO Lintas Negara Turun 65,92 Persen, Tapi Tingkat Kerentanan di Daerah Kantong Pekerja Migran Masih Tinggi

Meskipun angka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas negara menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, tingkat kerentanan di sejumlah wilayah Indonesia justru masih tergolong tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko, dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, penurunan kasus TPPO lintas negara tercatat cukup signifikan, yakni mencapai 65,92 persen sejak 2023 hingga 2025. Hendarsam menyampaikan hal tersebut di hadapan para anggota dewan sebagai gambaran capaian penegakan hukum di bidang keimigrasian.

"Secara umum kasus TPPO lintas negara yang tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 65,92 persen dari tahun 2023 sampai dengan 2025," ujar Hendarsam dalam rapat tersebut.

Namun demikian, ia menekankan bahwa penurunan jumlah kasus tidak serta-merta menghilangkan ancaman. Data yang dimiliki Ditjen Imigrasi justru menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masih sangat tinggi, terutama di daerah-daerah yang menjadi kantong pekerja migran.

"Penurunan jumlah kasus ini tidak berarti ancaman telah hilang, karena data juga menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masih sangat tinggi, terutama di daerah kantong pekerja migran," sambungnya.

Menurut laporan tahunan dari KP2MI pada 2025, Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus TPPO terbanyak. Posisi berikutnya ditempati oleh Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sementara itu, jika dilihat dari tingkat kabupaten, Indramayu menduduki peringkat pertama, disusul oleh Cilacap dan Lombok Timur.

"Laporan tahunan dari KP2MI tahun 2025 mencatat bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah dengan jumlah asal terbanyak, disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sementara itu di tingkat kabupaten, Indramayu menduduki posisi urutan teratas, kemudian berikutnya adalah Cilacap dan Lombok Timur," ungkap Hendarsam.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar