Trump Perintahkan Perpanjangan Blokade Laut ke Pelabuhan Iran untuk Tekan Pembukaan Selat Hormuz

- Rabu, 29 April 2026 | 15:45 WIB
Trump Perintahkan Perpanjangan Blokade Laut ke Pelabuhan Iran untuk Tekan Pembukaan Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kabarnya sudah memberi instruksi ke para penasihatnya. Mereka diminta bersiap-siap memperpanjang blokade laut yang menyasar pelabuhan-pelabuhan Iran. Blokade ini sudah berjalan sejak pertengahan April lalu. Tujuannya? Satu: menekan Teheran supaya mau membuka Selat Hormuz.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh Wall Street Journal (WSJ). Mereka mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak mau disebut namanya. Laporan itu kemudian dikutip lagi oleh Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (29/4/2026).

Di sisi lain, seruan buat memperpanjang blokade ini muncul bukan tanpa alasan. Situasinya agak rumit. Terobosan diplomatik dengan Iran macet di tengah jalan. Belum lagi soal masa depan program nuklir Teheran sampai sekarang belum ada titik temu yang jelas.

Menurut laporan WSJ, dalam beberapa pertemuan terakhir termasuk diskusi di Situation Room Gedung Putih awal pekan ini Trump disebut "memilih untuk terus menekan ekonomi dan ekspor minyak Iran." Caranya? Dengan mencegah pengiriman barang dari dan ke pelabuhan-pelabuhan Iran.

Seorang pejabat AS yang ikut dalam pertemuan itu bilang,

"Dia (Trump) menilai bahwa pilihan-pilihan lainnya melanjutkan pengeboman atau meninggalkan konflik memberikan risiko lebih besar daripada mempertahankan blokade."

Ceritanya begini. Awal bulan ini, Trump sebenarnya sudah menghentikan operasi pengeboman yang diluncurkan Israel sejak akhir Februari. Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya merundingkan kesepakatan dengan Iran. Tapi usahanya mentok. Trump bersikukuh pengin kesepakatan yang secara spesifik membahas program nuklir Iran. Sementara itu, menurut WSJ, pada Senin (27/4) Trump bilang ke para penasihatnya bahwa tawaran tiga langkah dari Iran yang intinya mau buka kembali Selat Hormuz tapi menunda pembicaraan nuklir ke tahap akhir itu cuma bukti kalau Teheran tidak benar-benar serius bernegosiasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar