Gedung Putih Optimistis Pembicaraan Damai dengan Iran Berlanjut di Islamabad

- Kamis, 16 April 2026 | 02:15 WIB
Gedung Putih Optimistis Pembicaraan Damai dengan Iran Berlanjut di Islamabad

Gedung Putih mengungkapkan optimisme soal pembicaraan damai dengan Iran. Putaran kedua dialog itu rencananya digelar di Islamabad, Pakistan. Kabar ini muncul di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kawasan Teluk.

Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengonfirmasi hal tersebut kepada para wartawan.

"Diskusi masih berjalan. Dan kami punya harapan baik untuk mencapai kesepakatan," ujarnya, Kamis lalu.

Leavitt juga menyebut pertemuan lanjutan di Islamabad "sangat mungkin" terjadi. Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terpisah. Ia mengaku telah mendapat kontak dari Teheran awal pekan ini. Trump bersikukuh, dirinya tak akan pernah menyetujui perjanjian yang membiarkan Iran punya senjata nuklir.

Latar belakangnya rumit. Konflik AS dan Israel yang pecah akhir Februari lalu memicu aksi dari Iran. Mereka praktis menutup Selat Hormuz untuk semua kapal, kecuali yang mereka izinkan. Jalur sempit itu sebelumnya jadi urat nadi bagi hampir 20% pasokan minyak dan gas dunia. Sekarang, pelayaran di sana cuma boleh lewat di bawah kendali Iran tentu dengan biaya.

Washington tak tinggal diam. Sebagai balasan, militer AS mulai memblokir lalu lintas kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran sejak Senin. Ancaman pun dilayangkan Teheran: mereka siap menyerang kapal angkatan laut yang melintas, bahkan membalas dengan menarget pelabuhan negara-negara tetangga di Teluk.

Namun begitu, suasana di lapangan terlihat masih tegang tapi belum meledak. Sehari setelah blokade AS diumumkan, belum ada laporan tindakan fisik Washington untuk menegakkannya. Data pelayaran terbaru malah mencatat setidaknya tiga kapal tanker terkait Iran berhasil melintasi Selat Hormuz. Uniknya, kapal-kapal itu tidak menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Situasinya seperti dua petinju yang saling mengawasi, tapi belum ada pukulan telak. Pembicaraan damai di satu sisi, blokade dan ancaman di sisi lain. Apa yang terjadi selanjutnya, semua mata tertuju ke Islamabad.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar