Pertemuan bilateral di Istana Kremlin, Moskow, Senin lalu, berlangsung dengan suasana yang cukup hangat. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin tampak rileks, bercakap-cakap dengan nada yang cair dan penuh senyuman.
Menariknya, Prabowo membuka pembicaraan dengan dua ucapan selamat. Dia menyampaikan selamat atas perayaan Paskah yang baru saja berlalu, dan juga hari Kosmonautika yang dirayakan Rusia setiap 12 April. Putin pun langsung menyambutnya dengan semringah.
"Sekali lagi saya berterima kasih diterima dalam waktu yang begitu singkat," ujar Prabowo.
"Juga saya ucapkan selamat bahwa baru saja Yang Mulia dan seluruh bangsa Rusia menghormati hari penting, hari Paskah. Saya tahu juga, kalau tidak salah baru kemarin ya, 12 April kemarin, hari Kosmonautika bagi Rusia. Itu juga sangat besar pengaruh di dunia."
Prabowo lantas bercerita tentang bagaimana sejarah itu beresonansi hingga ke Indonesia. Hari Kosmonautika, yang memperingati penerbangan Yuri Gagarin, disebutnya sebagai momen bersejarah bagi seluruh dunia. Pengaruhnya nyata, bahkan di tanah air.
"Banyak orang Indonesia, anaknya diberi nama Gagarin, diberi nama Yuri. Banyak, ha-ha-ha..." candanya.
Mendengar pernyataan itu, Putin hanya tersenyum. Rupanya, ucapan Prabowo, terutama soal Paskah, menyentuh sisi lain.
"Kami sangat senang mendengar ucapan selamat hari suci Paskah terutama dari kepala negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia," kata Putin.
"Negara kami adalah negara multi konvensional. Kami bersama dengan saudara-saudara kami, yang menganut agama-agama yang lain, tetap merayakan semua hari raya agama. Terima kasih."
Pertukaran santun seperti ini, meski terlihat sederhana, jelas punya nuansa tersendiri. Di balik diplomasi yang formal, ada percakapan manusiawi yang mencairkan suasana. Kedua pemimpin itu terlihat nyaman, dan pertemuan pun berjalan lancar sejak pembukaannya.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pria Bersajam Viral di Maros yang Sempat Buron dan Berpindah Tempat
Gunung Dukono Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Tiga Hari Setelah Letusan Tewaskan Pendaki
Tiga Pendaki Tewas Tertimbun Material Vulkanik saat Erupsi Gunung Dukono, Dua di Antaranya WNA Singapura
Iran Anggap Penolakan Trump atas Respons Diplomatik Tak Bermakna, Tetap Bersikukuh pada Prasyarat Negosiasi