Di tengah memanasnya situasi geopolitik global, sejumlah politisi dari DPR dan DPD RI memutuskan untuk bergerak. Mereka membentuk sebuah kelompok yang dinamai Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia. Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas ketegangan yang terjadi antara AS-Israel dengan Iran dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk. Harapannya jelas: mendorong dihentikannya peperangan.
Deklarasinya sendiri dihadiri oleh sejumlah nama yang cukup familiar. Ada Ahmad Doli Kurnia dari Golkar yang juga Wakil Ketua Baleg DPR. Kemudian tampak pula Saleh Partaonan Daulay dari Komisi VII, Mardani Ali Sera dari PKS, serta Eva Monalisa dari PKB. Tak ketinggalan, senator Muhammad Nuh juga hadir dalam kesempatan itu.
"Kami berkumpul setelah membangun komunikasi intens selama seminggu terakhir," ujar Doli di Senayan, Senin lalu.
"Sekitar 30-an anggota DPR dan DPD tergabung dalam satu grup ini. Inilah yang kami sebut Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia," jelasnya.
Menurut Doli, kaukus ini punya tujuan utama: mendorong terciptanya perdamaian yang langgeng. Fokus mereka tertuju pada konflik di Timur Tengah yang kian meluas. Perang itu bukan cuma soal politik, tapi sudah menyentuh hal-hal yang sangat riil bagi rakyat biasa, seperti harga energi dan BBM yang terus meroket.
"Kita ini negara yang cinta damai, tapi sekarang sudah kena dampaknya. Dampaknya global, dirasakan masyarakat dunia. Kita terancam krisis energi, krisis ekonomi. Situasi di Indonesia juga makin sulit," keluh legislator Golkar tersebut.
Ia bahkan menyebut dampak yang lebih tragis. "Bukan cuma secara ekonomi. Secara fisik pun kita sudah kena langsung. Tiga WNI yang merupakan prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon."
Lalu, apa rencana konkret mereka? Di sisi lain, kaukus ini tak cuma berhenti pada pernyataan sikap. Mereka berencana untuk turun langsung menemui para duta besar negara-negara yang terlibat konflik, yang berkantor di Jakarta. Intinya, mereka akan menyampaikan seruan agar perang dihentikan.
"Kami akan kampanyekan perdamaian dunia. Salah satu agendanya adalah mendatangi kedutaan besar negara-negara terkait. Seperti Amerika, Iran, negara-negara Teluk, dan mungkin lainnya," pungkas Doli.
Artikel Terkait
Macron Puji Ketegasan Prabowo Perjuangkan Perdamaian dan Kedaulatan Palestina
Pelayanan Haji 2026 Meningkat Signifikan, Jemaah Tak Temukan Keluhan Berarti
48 Tewas dalam Bentrokan Faksi FARC di Amazon Kolombia Jelang Pemilu Presiden
Kementerian PKP Validasi 188 Lokasi Tanah untuk Percepatan Pembangunan Rusun dan Kota Satelit