Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, meninggalkan puluhan korban luka-luka. Suasana mencekam itu terjadi Rabu malam lalu.
Menurut data terbaru dari kepolisian, sedikitnya 17 orang harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisi mereka beragam. Sayangnya, beberapa mengalami luka bakar yang cukup serius bahkan ada yang mencapai lebih dari separuh tubuhnya.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusum Wahyu Bintoro, mengonfirmasi angka tersebut saat memberikan keterangan pers, Jumat (3/4). Namun begitu, ia mengimbau agar masyarakat menunggu update dari posko bencana yang dibentuk.
"Sementara data kita ada 17 yang dirawat di rumah sakit, nanti silakan di-update di posko," ujar Wahyu.
Dari pantauan di lokasi, tingkat keparahan luka bakar para korban memang berbeda-beda. Untuk penanganan yang lebih maksimal, korban dengan luka di atas 50 persen rencananya akan dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.
"Nanti akan dirujuk ke rumah sakit yang lain, rencananya seperti itu tadi dari Arafiq itu luka bakar lebih dari 50 persen," jelasnya.
Sementara yang lukanya tak separah itu, kata Wahyu, sudah bisa menjalani rawat inap di rumah sakit setempat. "Tapi kalau yang ini masih di IGD," sambungnya.
Di tengah daftar korban yang panjang, ada satu kabar yang sedikit meredakan kepiluan. Seorang balita yang juga terjebak dalam insiden ini dilaporkan selamat tanpa cedera berarti.
"Ada ibu daripada balita ada. Balitanya tapi alhamdulillah tadi tidak terkena luka bakar dan lain sebagainya, tetapi karena ibunya ada di sana jadi balitanya juga ikut di sini," kata Kusumo.
Di sisi lain, penyelidikan mendalam masih terus digelar untuk mengungkap akar masalah kebakaran ini. Meski begitu, fokus utama saat ini jelas: memulihkan kondisi korban secepat mungkin.
"Fokus penanganan seperti kita ketahui kemarin ya kita fokus kepada para korban terlebih dahulu, bagaimana keselamatan daripada jiwa daripada para korban, kemudian baru kita melangkah ke yang lainnya lagi," tuturnya.
Kebakaran sendiri mulai berkobar pada Rabu (1/4) sekitar pukul setengah sepuluh malam. Butuh waktu lama kurang lebih enam jam lebih bagi petugas pemadam kebakaran untuk sepenuhnya mengendalikan si jago merah. Api baru benar-benar padam Kamis dini hari, pukul 03.45 WIB.
Artikel Terkait
Kemkomdigi Siapkan Langkah Mitigasi Gangguan Internet di Sitaro dan Sangihe Selama Restorasi Palapa Ring
Kemlu Gelar Laga Sepak Bola Persahabatan dengan Dubes Afrika Peringati Hari Afrika 2026
Lebih dari 10.000 Mahasiswa dari 10 PTN Mendaftar Seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026
Bea Cukai Tanjung Emas Hibahkan Satu Kontainer Meja dan Kursi ke Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang