MURIANETWORK.COM - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur kini telah mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) khusus roda dua di empat kabupaten/kota, yakni Jember, Malang, Gresik, dan Situbondo. Inisiatif ini secara khusus ditujukan untuk mendukung operasional becak listrik, sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem transportasi ramah lingkungan di wilayah tersebut. Langkah ini menandai komitmen nyata PLN dalam mendukung transisi energi dan program pemerintah di tingkat daerah.
Dukungan Infrastruktur untuk Transisi Energi
General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menyediakan infrastruktur pendukung yang memadai. Dukungan ini diharapkan dapat memastikan para pengemudi becak listrik dapat beroperasi dengan lebih optimal dan efisien.
"PLN siap mendukung dari sisi infrastruktur kelistrikan agar becak listrik ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengemudi," tegas Ahmad Mustaqir, mengutip Antara.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengoperasian SPKLU roda dua ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari komitmen strategis untuk meningkatkan layanan sekaligus menjalankan sinergi dengan berbagai pihak. Upaya ini, menurutnya, selaras dengan visi besar PLN dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Peresmian dengan Konvoi dan Edukasi di Jember
Peluncuran SPKLU di Jember dirayakan dengan konvoi perdana becak listrik, sebuah aksi simbolis untuk mendorong adopsi kendaraan hijau. Rangkaian acara berlangsung meriah, tidak hanya menampilkan konvoi yang mengelilingi kota, tetapi juga diisi dengan kegiatan edukasi praktis.
Para pengemudi diberi pemahaman tentang cara menggunakan SPKLU, termasuk pembelian token melalui aplikasi PLN Mobile. Sebagai bentuk perhatian, PLN juga menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan keselamatan berupa helm kepada lima puluh tukang becak. Program ini diharapkan dapat memperkenalkan becak listrik sebagai solusi transportasi yang lebih hemat, ringan, dan tentu saja, minim dampak lingkungan.
Dampak Positif bagi Pariwisata dan Kesejahteraan Pengemudi
Implementasi serupa di Malang, Gresik, dan Situbondo juga menunjukkan dampak yang lebih luas. Kehadiran becak listrik dinilai tidak hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi juga membawa angin segar bagi sektor pariwisata dan kesejahteraan pekerja.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyoroti nilai tambah dari sisi kenyamanan wisata. Menurutnya, kendaraan yang sunyi dan tanpa emisi ini menawarkan pengalaman berkeliling yang berbeda, terutama untuk wisatawan yang menikmati kawasan heritage.
"Becak listrik membuat wisata heritage lebih nyaman dan estetik karena bebas polusi," ungkap Wahyu Hidayat.
Sementara itu, dari sudut pandang sosial ekonomi, Bupati Gresik Fandi Ahmad mengapresiasi program ini. Ia melihat manfaat langsung bagi para pengemudi yang sebagian besar telah berusia lanjut.
"Program ini sangat membantu para pengemudi becak di Gresik yang sebagian besar sudah berusia lanjut sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih ringan, aman, dan tetap produktif," jelas Fandi Ahmad.
Dengan demikian, kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Artikel Terkait
Festival Imlek Nasional 2026 Tawarkan Cek Kesehatan Gratis hingga USG
PT Sucofindo dan Surveyor Indonesia Raih Penghargaan di ITAY 2026
Propam Polda Sulsel Selidiki Kematian Bintara Muda Diduga Dianiaya di Asrama
Gunung Ibu Erupsi, Kolom Abu Membubung 300 Meter