2.285 Personel Amankan Laga Persib vs Persita di GBLA

- Minggu, 22 Februari 2026 | 16:00 WIB
2.285 Personel Amankan Laga Persib vs Persita di GBLA

Malam Minggu di Bandung bakal panas. Bukan cuma karena rivalitas di lapangan, tapi juga oleh pengamanan super ketat yang disiapkan polisi. Sekitar 2.285 personel gabungan akan diterjunkan untuk mengawal laga Persib kontra Persita di Stadion Gelora Bandung Lautan Api nanti.

Pertandingan yang dijadwalkan mulai pukul 20.30 WIB itu jelas butuh penanganan serius. Makanya, Polrestabes Bandung sudah menyiapkan skema lengkap. Mereka tak mau ambil risiko.

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menjelaskan detailnya. Personel itu merupakan gabungan dari berbagai instansi. Mulai dari jajaran Polsek, Brimob, hingga unsur TNI dan Dinas Perhubungan. Semua dikerahkan demi satu tujuan: keamanan dan ketertiban.

"Total pengamanan untuk pertandingan Persib melawan Persita nanti berjumlah sekitar 2.285 personel. Itu gabungan dari Polrestabes Bandung, jajaran Polsek, BKO dari Polda, Brimob, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinkes, PMI, serta unsur TNI,"

Kata Asep di Bandung, Minggu (22/2).

Langkah pertama adalah penyekatan. Ada tiga titik yang akan dijaga ketat: Babakan Sayang, Rancanumpang, dan Cimencerang. Di sana, petugas akan mengecek dan mengamankan siapa saja yang membawa barang berbahaya seperti senjata tajam, flare, atau minuman keras. Yang tak punya tiket? Langsung diputar balik. Tidak ada kompromi.

"Kalau ada suporter yang tidak memiliki tiket, akan kami putar balik. Kami pastikan yang masuk ke GBLA adalah mereka yang memiliki tiket resmi,"

tegas Asep.

Nah, setelah lolos penyekatan, penonton masih harus melalui pemeriksaan ulang sebelum masuk tribun. Double checking ini penting sebagai antisipasi hal-hal tak terduga.

Ada satu hal yang sudah pasti: suporter Persita Tangerang tak diizinkan masuk. Ini bukan kebijakan dadakan, melainkan aturan baku dari PSSI yang melarang kehadiran suporter tamu di laga tandang. Aturan ini merujuk pada Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin PSSI, dan sudah berlaku konsisten sejak musim 2022/2023. Pemberlakuannya sendiri merupakan bagian dari transformasi sepak bola nasional pasca tragedi Kanjuruhan, mengikuti arahan FIFA untuk perbaikan tata kelola.

Asep juga punya imbauan khusus untuk Bobotoh, suporter setia Persib. Dia meminta mereka tidak membawa barang-barang terlarang dan menjaga ketertiban. Daftar barang haram itu mencakup minuman keras, narkoba, flare, hingga senjata tajam dan api.

"Bagi yang memiliki tiket dilarang membawa minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, flare, dan senjata tajam dan atau senjata api,"

imbuhnya.

Bagi yang nonton bareng di luar stadion, pesannya sederhana: jangan konvoi setelah pertandingan. Tujuannya jelas, menjaga situasi kota tetap kondusif.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Komite Disiplin PSSI sekarang memang galak. Persib sendiri sudah merasakan sanksinya denda Rp115 juta akibat ulah oknum suporter di dua laga sebelumnya, seperti pelemparan benda ke lapangan dan penyalaan petasan. Regulasi juga menyebut klub bakal bertanggung jawab penuh jika larangan suporter tamu ini dilanggar.

Dengan persiapan sedetail ini, harapannya cuma satu: pertandingan berjalan lancar, menjadi hiburan olahraga yang sehat, dan yang terpenting, keamanan warga Bandung tetap terjaga sampai peluit akhir dibunyikan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar