Umat Muslim Dianjurkan Baca Doa Ini Saat Berbuka Puasa

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:50 WIB
Umat Muslim Dianjurkan Baca Doa Ini Saat Berbuka Puasa

MURIANETWORK.COM - Menjelang waktu Maghrib, umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadan disunnahkan untuk segera berbuka. Membaca doa saat berbuka merupakan salah satu amalan yang dianjurkan. Terdapat beberapa riwayat dan penjelasan dari ulama mengenai lafal doa buka puasa yang dapat diamalkan, masing-masing dengan konteks dan keutamaannya sendiri.

Ragam Doa Buka Puasa dari Berbagai Riwayat

Dalam tradisi keilmuan Islam, doa-doa buka puasa yang diajarkan berasal dari hadits dan keterangan para ulama. Berikut beberapa pilihan doa yang umum diamalkan, dilengkapi dengan terjemahan dan penjelasan ringkas mengenai asal-usulnya.

Doa Riwayat Mu'adz bin Zuhrah

Doa ini merupakan salah satu yang paling dikenal. Lafalnya singkat namun sarat makna, mengungkapkan ketulusan ibadah dan pengakuan atas segala rezeki dari Allah SWT.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu

Artinya: Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.

Doa Riwayat Abdullah bin 'Umar

Lafal doa ini menggambarkan rasa syukur atas terpenuhinya kebutuhan jasmani setelah seharian menahan dahaga, sekaligus harapan akan pahala yang dijanjikan.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah

Artinya: Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaAllah.

Penjelasan Ulama dalam Kitab Kuning

Para ulama fikih sering kali merinci dan mengelaborasi amalan-amalan sunnah, termasuk tata cara dan doa berbuka puasa. Penjelasan mereka memberikan konteks yang lebih mendalam bagi umat dalam mempraktikkannya.

Rincian dari Kitab I'anah at-Thalibin

Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi, dalam kitab I'anah at-Thalibin, memberikan penjelasan yang cukup rinci mengenai penggunaan kedua doa di atas. Beliau menyebutkan bahwa ada tuntunan khusus terkait konteks berbuka.

Dalam kitabnya disebutkan, "Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.'"

Penjelasan ini menunjukkan kehati-hatian dan kedalaman para fuqaha dalam memandang sunnah, dengan memperhatikan detail-detail yang dapat menambah keutamaan sebuah ibadah.

Doa Panjang dari Hasyiyah Iqna

Sementara itu, Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna mengutip sebuah lafal doa yang lebih panjang dan komprehensif. Doa ini memadukan unsur ketauhidan, penyerahan diri, permohonan ampunan, dan pujian kepada Allah SWT.

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu

Artinya: Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.

Dengan memahami ragam dan konteks doa-doa ini, umat Muslim dapat menjalankan sunnah berbuka dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan, memilih lafal yang sesuai atau menggabungkan makna-makna baik di dalamnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar