Penjelasan Ulama dalam Kitab Kuning
Para ulama fikih sering kali merinci dan mengelaborasi amalan-amalan sunnah, termasuk tata cara dan doa berbuka puasa. Penjelasan mereka memberikan konteks yang lebih mendalam bagi umat dalam mempraktikkannya.
Rincian dari Kitab I'anah at-Thalibin
Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi, dalam kitab I'anah at-Thalibin, memberikan penjelasan yang cukup rinci mengenai penggunaan kedua doa di atas. Beliau menyebutkan bahwa ada tuntunan khusus terkait konteks berbuka.
Dalam kitabnya disebutkan, "Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.'"
Penjelasan ini menunjukkan kehati-hatian dan kedalaman para fuqaha dalam memandang sunnah, dengan memperhatikan detail-detail yang dapat menambah keutamaan sebuah ibadah.
Doa Panjang dari Hasyiyah Iqna
Sementara itu, Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna mengutip sebuah lafal doa yang lebih panjang dan komprehensif. Doa ini memadukan unsur ketauhidan, penyerahan diri, permohonan ampunan, dan pujian kepada Allah SWT.
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu
Artinya: Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.
Dengan memahami ragam dan konteks doa-doa ini, umat Muslim dapat menjalankan sunnah berbuka dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan, memilih lafal yang sesuai atau menggabungkan makna-makna baik di dalamnya.
Artikel Terkait
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026
Kisah Mardi Rambo dan Pengorbanan Prajurit Garuda di Medan Perdamaian
Promotor Ungkap Tantangan Yakinkan Patrick Kluivert Tampil Lagi di Indonesia