Indonesia dan AS Sepakati Perjanjian Baru untuk Permudah Perdagangan Alutsista

- Jumat, 20 Februari 2026 | 14:15 WIB
Indonesia dan AS Sepakati Perjanjian Baru untuk Permudah Perdagangan Alutsista

Washington DC – Hubungan militer Indonesia dan Amerika Serikat memasuki fase baru. Intinya? Birokrasi dipangkas, tarif dagang dipertimbangkan ulang. Ini bukan sekadar perjanjian biasa, tapi langkah strategis yang bisa mengubah pola kerja sama pertahanan antara kedua negara untuk tahun-tahun mendatang.

Kesepakatan itu sendiri sudah ditandatangani, tepatnya Kamis lalu, 19 Februari 2026. Namun begitu, detail teknisnya masih tertutup. Publik belum tahu pasti alat utama sistem pertahanan (alutsista) apa saja yang nantinya akan lebih mudah diperdagangkan. Yang jelas, dokumen resminya menyatakan komitmen bersama: menyederhanakan dan meningkatkan volume perdagangan di sektor pertahanan.

Menariknya, perjanjian ini berusaha memisahkan ranah ekonomi dari isu geopolitik yang kerap memanas. Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Washington sepakat menghapus pasal-pasal yang tidak relevan, seperti sengketa di Laut China Selatan atau masalah keamanan perbatasan.

“Tujuannya agar fokusnya tetap pada penguatan perdagangan,” jelas Airlangga.

Dia menegaskan, proses kurasi yang dilalui sangat ketat. Hasilnya, kerja sama ini diharapkan bisa berjalan lebih mulus, tanpa terbebani persoalan politik yang sensitif.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar