MURIANETWORK.COM - Pemerintah Kota Jakarta Utara menggencarkan langkah antisipasi menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi hujan lebat hingga ekstrem yang diprediksi melanda wilayah DKI Jakarta dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan ini juga mencakup mitigasi terhadap potensi banjir rob, dengan fokus pada pengelolaan sistem drainase dan titik-titik rawan genangan di wilayah tersebut.
Siaga Penuh Peralatan Pompa
Sebagai langkah utama, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah memobilisasi seluruh armada pompa yang dimiliki. Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir genangan air yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Kepala Sudin SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, menjelaskan kesiapan teknis yang telah dilakukan. "Sebanyak 72 stasiun pompa dan 22 unit pompa mobile disiagakan sebagai langkah mitigasi banjir di sejumlah titik rawan genangan," ujarnya di Jakarta, Senin.
Tak hanya penyiapan, pengoperasian pompa stasioner juga terus dijalankan secara proaktif untuk mengosongkan waduk. Langkah strategis ini penting untuk menjaga kapasitas tampung waduk agar optimal dalam menampung limpasan air hujan.
Antisipasi Jangka Panjang: Pengerukan Kali
Selain tindakan responsif, upaya mitigasi juga menyentuh persoalan struktural. Pihak Sudin SDA melakukan pengerukan sedimentasi di sejumlah kali yang dinilai selama ini jarang mendapat penanganan menyeluruh.
Artikel Terkait
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota
Marinir Sampaikan Prihatin atas Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik