MURIANETWORK.COM - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak seluruh warganya untuk memaknai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat toleransi. Kedua tradisi besar yang jatuh pada pertengahan Februari 2026 ini dinilai menciptakan ruang unik bagi kehidupan sosial dan budaya di kota tersebut.
Momen Langka untuk Memperdalam Toleransi
Agustina Wilujeng melihat, keberdekatan dua perayaan besar dari keyakinan berbeda ini bukanlah hal biasa. Ia menilai, situasi ini justru menawarkan pelajaran berharga tentang hidup berdampingan dalam keberagaman. Bagi pemimpin kota yang akrab dengan dinamika masyarakatnya, momen seperti ini adalah ujian sekaligus kesempatan untuk membangun kesepahaman yang lebih dalam.
“Ada suasana khas tradisi besar masyarakat Tionghoa dan tradisi besar masyarakat Muslim yang hadir hampir bersamaan dalam satu ruang kota yang sama. Ini tidak biasa, sehingga kita harus menjadi lebih dalam bertoleransi,” ucapnya dalam sebuah pertemuan lintas komunitas, Rabu (11/2/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, pertemuan berbagai elemen masyarakat dalam suasana ramah-tamah itu diharapkan dapat menyelaraskan persepsi untuk mewujudkan Semarang yang damai.
Simbol Budaya yang Berdampingan
Menurut Agustina, masyarakat akan menyaksikan langsung bagaimana simbol-simbol dari kedua tradisi tersebut hadir dan saling melengkapi di ruang publik Kota Semarang. Pemerintah setempat berkomitmen untuk mengemas momen ini agar benar-benar memperkuat semangat kebersamaan.
“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi sebuah momen di mana toleransi di Kota Semarang ini menguatkan seluruh pihak,” jelasnya.
Ia pun membayangkan pemandangan unik yang akan tercipta. “Nanti akan kita lihat ada simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadhan,” tambahnya.
Rangkaian Tradisi yang Dinantikan
Kota Semarang memang dikenal memiliki tradisi budaya yang kaya dan selalu dinanti warganya. Untuk menyambut Imlek Tahun Kuda Api, kawasan bersejarah Sam Poo Kong akan menjadi pusat keramaian melalui acara Imlek Vaganza pada 14-17 Februari 2026.
Hampir beriringan, menyongsong Ramadan, kota ini akan menggelar tradisi Dugderan. Karnaval budaya khas ini, yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota dan pembacaan suhuf halaqoh, dijadwalkan pada Senin, 16 Februari 2026.
Rangkaian acara yang beruntun ini diyakini akan menciptakan atmosfer kebahagiaan yang luar biasa. Agustina dengan antusias menggambarkannya, “Habis Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, terus ada Dugderan karnaval. Wah seru tuh, siapapun yang hadir di Kota Semarang pada momen itu pasti akan merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada sebelum-sebelumnya.”
Harapan untuk Harmoni dan Kesejahteraan
Melalui momentum spesial ini, Pemerintah Kota Semarang berharap benih-benih harmoni, toleransi, dan persaudaraan antarwarga dapat tumbuh semakin kuat. Hal ini dianggap sebagai fondasi untuk meneguhkan Semarang sebagai kota yang inklusif dan penuh kebersamaan.
Secara khusus, menyambut Tahun Kuda Api, Agustina menyampaikan harapan yang tulus bagi seluruh warganya. “Tahun kuda katanya mudah-mudahan membawa rezeki yang lebih banyak, kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” pungkasnya.
Artikel Terkait
TransJabodetabek B51 Resmi Beroperasi, Hubungkan Cawang dengan Kawasan Industri Cikarang
Industri Baja Nasional Serukan Kedaulatan dan Dukungan Pemerintah Hadapi Badai Global
Inggris Gandakan Pasukan di Norwegia, Perkuat Pertahanan NATO di Arktik
Seluruh Penumpang Pesawat di Papua Selamat dari Serangan, Dua Pilot Tewas