MURIANETWORK.COM - Nancy Guthrie (84), ibu dari pembaca berita NBC News Savannah Guthrie, diduga menjadi korban penculikan setelah menghilang dari rumahnya di Catalina Foothills, Tucson, Arizona, pada 31 Januari lalu. Pihak berwajib menemukan bukti darah miliknya di tempat kejadian dan kini tengah menyelidiki serangkaian pesan tebusan yang masuk, sementara keluarga menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi kesehatannya yang rentan.
Bukti Darah dan Kronologi yang Mencemaskan
Kekhawatiran atas nasib Nancy Guthrie kian menguat setelah otoritas setempat mengonfirmasi temuan forensik di lokasi. Bercak darah yang ditemukan di teras rumahnya telah teridentifikasi secara positif sebagai miliknya. Temuan ini memperkuat dugaan adanya tindak kriminal dalam peristiwa menghilangnya perempuan lansia itu.
Berdasarkan rekonstruksi, Nancy terakhir kali dilihat oleh keluarga saat diantar pulang sekitar pukul 21.30. Namun, sejumlah kejadian tak biasa terekam pada dini hari berikutnya, membentuk kronologi yang mencemaskan. Sekitar pukul 01.47, kamera bel pintu rumahnya didapati telah diputus dan dilepaskan secara paksa. Tak lama setelahnya, sensor perangkat lunak mendeteksi gerakan di area properti, meski tanpa meninggalkan rekaman visual. Titik kritis terjadi pukul 02.28, ketika aplikasi pada alat pacu jantung di tubuh Nancy terputus dari ponselnya, sebuah indikasi kuat bahwa ia telah dipindahkan jauh dari perangkat komunikasinya.
Keluarga Soroti Kondisi Kesehatan yang Kritis
Di tengah upaya pencarian, keluarga Guthrie secara terbuka menyampaikan kekhawatiran ekstra mengingat kondisi fisik Nancy yang sangat rapuh. Savannah Guthrie dan saudara-saudaranya menekankan ketergantungan ibunya pada obat-obatan untuk kondisi kronis yang dideritanya.
Dalam sebuah pesan video yang penuh emosi, Savannah Guthrie dengan suara bergetar menyampaikan keadaan ibunya. "Kesehatannya, jantungnya rapuh. Dia hidup dalam rasa sakit yang terus-menerus. Dia tanpa obat-obatan. Dia membutuhkannya untuk bertahan hidup. Dia membutuhkannya agar tidak menderita," ungkapnya.
Penyelidikan FBI dan Seruan Keluarga
FBI, yang kini memimpin penyelidikan, sedang mengkaji beberapa pesan tebusan yang diterima media. Salah satunya disebutkan mengandung rincian spesifik tentang barang-barang pribadi Nancy, seperti Apple Watch dan perlengkapan rumahnya, serta menyebutkan permintaan tebusan yang diduga dalam mata uang kripto Bitcoin dengan tenggat waktu tertentu.
Pemerintah federal memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Presiden Donald Trump menggambarkan insiden ini sebagai "kejadian yang sangat tidak biasa" dan menjamin dukungan penuh sumber daya federal. FBI telah mengumumkan penawaran imbalan hingga US$50.000 bagi informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku.
Dari tengah keprihatinan itu, Savannah Guthrie sekali lagi menyampaikan permohonan langsung kepada pihak yang diduga menahan ibunya. "Kami siap untuk berbicara. Kami perlu tahu tanpa keraguan bahwa dia masih hidup dan Anda bersamanya... Tolong, hubungi kami," lanjutnya dengan penuh harap.
Menyusul perkembangan yang mencemaskan ini, Savannah Guthrie memutuskan untuk tidak meliput Olimpiade Musim Dingin 2026 demi dapat fokus mendampingi keluarga dan mendukung upaya pencarian di Arizona.
Artikel Terkait
ESDM Pastikan Kuota Penuh untuk PKP2B Generasi I dengan Syarat Prioritas DMO
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan Nuklir, Ingatkan Teheran Akan Bodoh Jika Menolak
Bakso Pojoksari Minta Maaf Langsung ke Kakek Candra Usai Tudingan Parkir Liar Viral
Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,94 Juta per Gram