MURIANETWORK.COM - Komisi X DPR RI mengingatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk mewaspadai potensi kebocoran data sensitif perguruan tinggi yang beredar di dark web. Peringatan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (9 Februari 2026), menyusul kabar yang beredar mengenai jutaan data pendidikan tinggi yang diduga diperjualbelikan secara ilegal.
Kekhawatiran Anggota DPR atas Sirkulasi Data di Dark Web
Dalam forum rapat yang berlangsung tegang, anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih secara khusus mengangkat isu tersebut. Ia menyoroti kabar yang berkembang mengenai transaksi data pendidikan tinggi di forum-forum tersembunyi di internet.
“Konon katanya dijual belikan di forum dark web. Ada sudah 58 juta data diperjualbelikan. Nah ini kalau PDDIKTI juga seperti itu, ini berbahaya,” ujar Fikri.
Ia pun menyatakan harapan agar kabar itu tidak benar, sembari menekankan tingkat bahaya yang serius jika kebocoran data ternyata nyata terjadi, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi.
“Atau mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata. Tetapi kalau nyata betul, dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini,” tegasnya.
Respons dan Komitmen Kemendikti Saintek
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek Togar Mangihut Simatupang mengakui besarnya ancaman yang ditimbulkan oleh kebocoran data. Ia menyatakan kesiapan kementeriannya untuk segera merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih konkret.
“Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDIKTI mengalami kebocoran. Terima kasih pak, ini akan kami formulasikan,” tutur Togar.
Ia juga memberikan konteks yang lebih luas, dengan menyebutkan bahwa kebocoran data pribadi di ranah digital, termasuk dari sektor lain, memang telah menjadi fenomena yang memprihatinkan. Pernyataan ini menegaskan bahwa ancaman siber adalah tantangan nyata yang dihadapi banyak institusi.
“Karena betul pak data itu di dark web itu sudah terjadi, semua data pak, baik data pajak, data dari identitas lainnya pak, itu sudah ada di sana pak,” tambahnya.
Sebagai bagian dari komitmen perbaikan, Togar menyebutkan bahwa peningkatan sistem keamanan siber dan perlindungan data pribadi akan menjadi fokus perhatian khusus kementerian ke depannya.
Artikel Terkait
Dua Pemuda di Mesuji Ditangkap atas Dugaan Perkosaan Konten Kreator dengan Modus Perbaikan
BI Proyeksikan Ekonomi Jakarta Tumbuh 4,8-5,6% pada 2026
Ibu Alumni UI Kritis, Putri 6 Tahun Tewas dalam Kecelakaan di Singapura
Megawati: Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Bukan Ancaman bagi Agama