Di sisi lain, Nadiem juga mencoba menjelaskan soal mekanisme pengadaan. Dia menyebut sistem e-katalog yang digunakan sebenarnya terbuka untuk semua orang dan transparan harganya. Justru karena itulah, dia mengaku bingung dengan tuduhan adanya kemahalan harga.
"Tapi yang kedua juga menyadari bahwa dalam proses e-katalog ini banyak masyarakat tidak menyadari bahwa e-katalog itu adalah katalog yang bisa diakses semua orang dan transaparan harganya."
Lalu, dengan nada bertanya, dia menyergap.
"Kan saya bingung ini, kemahalannya di mana?"
Pertanyaan itu menggantung di udara, seolah ditujukan untuk semua pihak yang mendengar. Nadiem tampak berusaha menunjukkan bahwa seluruh proses berjalan sesuai aturan yang ada. Namun begitu, sidang tetap akan berlanjut. Fakta-fakta lain masih harus diungkap.
Artikel Terkait
Mendadak Jual Motor Mewah, Pejabat Kemendikbud Akui Uang Proyek untuk Kawasaki Z900
Migrant Center UI Diresmikan, Kolaborasi Empat Pilar untuk Daya Saing Pekerja Migran
Trotoar Fatmawati Diserbu Motor, Satpol PP Turun Tangan
Jembatan Merah Putih Dumai Siap Berdiri Gagah Usai Renovasi Intensif