Di sisi lain, Nadiem juga mencoba menjelaskan soal mekanisme pengadaan. Dia menyebut sistem e-katalog yang digunakan sebenarnya terbuka untuk semua orang dan transparan harganya. Justru karena itulah, dia mengaku bingung dengan tuduhan adanya kemahalan harga.
"Tapi yang kedua juga menyadari bahwa dalam proses e-katalog ini banyak masyarakat tidak menyadari bahwa e-katalog itu adalah katalog yang bisa diakses semua orang dan transaparan harganya."
Lalu, dengan nada bertanya, dia menyergap.
"Kan saya bingung ini, kemahalannya di mana?"
Pertanyaan itu menggantung di udara, seolah ditujukan untuk semua pihak yang mendengar. Nadiem tampak berusaha menunjukkan bahwa seluruh proses berjalan sesuai aturan yang ada. Namun begitu, sidang tetap akan berlanjut. Fakta-fakta lain masih harus diungkap.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka