Akhir pekan lalu, suasana di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak ramai. Ada pertemuan yang cukup menarik perhatian. Beberapa tokoh hadir, dan mereka membicarakan berbagai isu, baik yang terkait dalam negeri maupun luar negeri.
Kabar soal pertemuan ini pertama kali mencuat dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, pada Jumat malam (30/1), Prabowo memang bertemu dengan sejumlah tokoh yang kerap disebut sebagai oposisi pemerintah. Inti pembahasannya? Tentang kepentingan negara.
"Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi," ujar Sjafrie.
Pernyataan itu dia sampaikan saat memberikan materi di hadapan anggota Persatuan Wartawan Indonesia di Cibodas, Bogor, seperti dilansir Antara.
Namun begitu, versi lain datang dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang juga hadir malam itu. Pras membenarkan pertemuan, tapi menampik sebutan 'tokoh oposisi'. Baginya, mereka adalah tokoh masyarakat biasa yang diundang untuk berdialog.
"Ndak, ndak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan," tegas Pras kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.
Dia melanjutkan, dalam pertemuan itu Prabowo juga menjelaskan program-program yang telah dijalankannya selama lebih setahun terakhir. "Semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, orientasi untuk kepentingan bangsa dan negara," lanjutnya.
Lalu, siapa saja yang hadir? Pras yang juga Ketua DPP Partai Gerindra itu pun membeberkan beberapa nama. Di antaranya, Peneliti Utama Politik BRIN Siti Zuhro dan mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji.
"Di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan. Kemudian ada Pak Susno, berdiskusi masalah penegakan hukum. Macam-macam di situ ada beberapa banyak," tutur Pras.
Yang jelas, pertemuan itu tak dihadiri oleh pimpinan partai politik. Pras menegaskan, "Nggak, nggak ada (ketua umum atau tokoh parpol)." Jadi, lebih pada pertemuan dengan figur-figur independen, tampaknya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi