Di tengah riuh Rakernas PSI di Makassar, Sabtu lalu, Joko Widodo membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Mantan presiden itu dengan tegas mengaku siap memenangkan Partai Solidaritas Indonesia. Bahkan, Jokowi begitu ia biasa disapa berjanji bakal bekerja mati-matian untuk partai tersebut.
Menurut sejumlah saksi, suasana saat itu cukup bergelora. Jokowi memberikan arahan langsung di hadapan kader partai. Ia memulai dengan menekankan soal fondasi sebuah partai. Baginya, kekuatan politik itu bersumber dari struktur yang tak sekadar ada di atas kertas.
"Kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat," ujar Jokowi.
Namun begitu, ia melanjutkan dengan penekanan yang berbeda. Struktur itu, katanya, harus hidup dan benar-benar bekerja hingga ke level paling bawah.
"Tapi strukturnya harus benar yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput. Menyentuh betul-betul masyarakat terbawah kita. Itu struktur yang ideal."
Tak cuma berteori, Jokowi juga menunjukkan komitmen fisiknya. Ia menyatakan kesanggupannya untuk turun langsung ke lapangan jika partai membutuhkan. Dari provinsi hingga kecamatan, ia klaim masih sanggup menjangkaunya.
"Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup," tegasnya.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa PSI butuh kader-kader yang militan. Dan untuk mendukung itu, ia tak segan-segan akan mengerahkan tenaga sepenuhnya. Suaranya terdengar lantang menggelegar di ruangan saat mengucapkan kalimat berikut.
"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, sayapun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI."
Pernyataan itu jelas bukan sekadar basa-basi. Ia seperti ingin meyakinkan semua yang hadir bahwa komitmennya bukan main-main. Rakernas yang seharusnya jadi forum internal, mendadak dapat suntikan semangat dari figur yang pengalamannya di dunia politik tak perlu diragukan lagi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Menpora dan Pelatih Timnas Bahas Target Lolos Piala Dunia 2030
Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Polri Tangkap Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama di Malaysia
Polisi Wanita Indonesia Raih Penghargaan PBB Berkat Inovasi Digitalisasi Data Kriminal di Afrika Tengah