Sabtu lalu, di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, suasana malam yang tenang tiba-tiba buyar. Seorang pria berinisial EA nekat masuk ke rumah warga. Bukan lewat pintu, tapi lewat ventilasi. Sayang untuknya, aksi itu berakhir dengan dirinya terperosok jatuh dan akhirnya digiring ke kantor polisi.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya, membeberkan kronologinya. Kejadian ini berlangsung di Jalan Mangga 17, Duri Kepa. Uniknya, pelaku ternyata sedang menginap di hotel yang letaknya persis bersebelahan dengan rumah sang korban.
"Tersangka ini menginap di Hotel yang bersebelahan dengan tempat kejadian perkara. Kemudian tersangka sengaja mencoba memasuki ventilasi rumah korban yang berbatasan langsung dengan balkon hotel,"
terang Twedi dalam jumpa pers, Jumat (30/1/2026).
Rencananya sih sederhana: melompat dari balkon hotel ke ventilasi rumah. Tapi kenyataan berkata lain. Begitu diinjak, bagian ventilasi itu langsung ambrol. Alih-alih masuk dengan mulus, EA malah jatuh terjerembap ke dalam rumah.
Nah, di siniah ceritanya jadi menarik. Meski jatuh dengan tidak elegan, niat jahatnya tak luntur. Daripada kabur, pria ini malah memanfaatkan situasi. Dia menggasak berbagai barang berharga milik korban. Mulai dari kartu ATM, uang asing senilai 1.100 yuan, perhiasan emas, sampai jam tangan mewah. Tak lupa, sebuah alat pengecek berlian dan sebuah tas turut dibawa. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 150 juta.
Namun begitu, aksinya tak berjalan mulus sampai akhir.
Menurut Kasat Reskrim, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, korban yang sedang berada di lantai dua rumahnya mendengar suara mencurigakan. Suara itu seperti ada yang pecah atau plafon yang berderak.
"Jadi istilahnya karena pada saat itu korban sendiri seorang laki-laki juga langsung menangkap sendiri. Dan sudah langsung melaporkan ke sekuriti, langsung tim dari Polsek Kebon Jeruk dan Polres langsung sigap untuk langsung ke TKP,"
jelas Arfan.
Singkat cerita, EA yang belum sempat menikmati hasil curiannya pun berhasil diamankan. Dari hotel sebelah rumah, perjalanannya berakhir di tahanan. Sebuah aksi nekat yang berawal dari lompatan, dan berakhir dengan pendaratan yang sama sekali tidak diharapkan.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi