Trump Pertimbangkan Serangan Terarah untuk Dukung Demonstran Iran

- Jumat, 30 Januari 2026 | 14:45 WIB
Trump Pertimbangkan Serangan Terarah untuk Dukung Demonstran Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan sejumlah langkah tegas terhadap Iran. Tak tanggung-tanggung, salah satu opsi yang beredar adalah serangan terarah yang menyasar pasukan keamanan dan para pemimpin di negara itu. Tujuannya? Untuk memberi semangat dan inspirasi bagi para demonstran yang turun ke jalan.

Laporan ini pertama kali muncul dari kantor berita Reuters, yang kemudian juga dirujuk oleh Al Arabiya pada Jumat (30/1/2026). Informasinya sendiri berasal dari sejumlah sumber dalam pemerintahan AS yang diwawancarai sehari sebelumnya.

Menurut dua sumber yang mengetahui diskusi internal itu, Trump punya keinginan kuat untuk menciptakan kondisi yang mendorong "perubahan rezim". Keinginan ini muncul menyusul aksi penindasan brutal terhadap unjuk rasa di berbagai kota Iran awal bulan ini aksi yang disebut-sebut telah menelan ribuan korban jiwa.

Nah, untuk mewujudkan hal itu, Trump konon sedang mengkaji opsi-opsi militer. Sasaran utamanya adalah para komandan dan institusi yang dianggap Washington paling bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran.

“Logikanya sederhana,” kata seorang sumber, meski enggan disebut namanya. “Serangan semacam itu diharapkan bisa memberi suntikan kepercayaan diri bagi para demonstran. Mereka mungkin jadi lebih berani untuk menduduki gedung-gedung pemerintahan atau markas keamanan.”

Namun begitu, belum ada keputusan final. Trump sendiri, menurut sumber lain dan seorang pejabat AS yang minta anonim, masih menimbang-nimbang segala sesuatunya termasuk apakah akan benar-benar mengambil jalur militer atau tidak.

Di sisi lain, respons juga datang dari sejumlah pejabat regional Timur Tengah. Mereka punya pandangan yang agak berbeda. Menurut mereka, sekadar serangan udara saja tidak akan cukup untuk menggulingkan pemerintahan ulama yang sudah berpengalaman puluhan tahun memegang kendali di Tehran.

Jadi, situasinya masih sangat cair. Semuanya masih dalam tahap pertimbangan, dengan segala risiko dan konsekuensinya yang sangat rumit.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler