KPK punya keinginan yang cukup kuat: mereka ingin lebih sering melakukan operasi tangkap tangan atau OTT. Tapi, ada kendala yang cukup mengganjal. Peralatan yang mereka miliki saat ini dinilai belum cukup canggih untuk mendukung ambisi itu.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam sebuah rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu kemarin. Dalam paparannya, Setyo mengakui bahwa selama ini, setidaknya ada satu OTT yang berhasil digelar setiap bulannya.
"Sebenarnya hampir beberapa bulan sekali pasti ada (OTT). Gitu," ujar Setyo.
Menurutnya, OTT memang menjadi salah satu target lembaganya. Hanya saja, ia menekankan bahwa target itu tidak dipaksakan. "Targetnya adalah sesuai dengan informasi yang kami dapatkan," jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga menyuarakan hal serupa. Ia menggarisbawahi bahwa masalah di KPK bukan cuma soal kurangnya sumber daya manusia.
"Apa sih sebenarnya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang," kata Fitroh, "ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya 1 sebulan."
Kata 'canggih' itu ia ulang untuk penekanan. "Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up-to-date."
Fitroh lalu menyelipkan harapannya. "Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barang kali OTT lebih masif," tambahnya. Implikasinya jelas: dengan peralatan yang lebih mumpuni, pemberantasan korupsi lewat OTT bisa digencarkan.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi