Sebuah rumah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi lokasi penemuan tragis. Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas di dalamnya. Dari kejadian itu, hanya satu yang selamat: Abdullah Syauqi Jamaludin. Menurut sejumlah saksi, pemuda berusia 23 tahun itu masih dalam keadaan sadar saat pertama kali ditemukan.
“Jadi saya bilang, kenapa ini sama adiknya yang nomor tiga kan, ‘Nggak tahu’ katanya begitu. Yang Syauqi yang dibawa ke rumah sakit ya,”
Ujar tetangga korban, Aryuni Wulan Febri (51), saat ditemui di kediamannya, Sabtu lalu. Suaranya terdengar berat menceritakan kejadian itu.
Korban yang meninggal adalah sang ibu, Siti Solihah (50), beserta dua anaknya: Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sementara Syauqi, anak ketiga, masih berjuang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Semua berawal ketika Khadafi, anak kedua keluarga itu, pulang kerja pada Jumat pagi. Dialah yang menemukan jasad ibu dan saudara-saudaranya. Wulan menggambarkan suasana saat itu sungguh mencekam.
“Iya, berdiri kan gitu. Saya tanya, ‘Ini ibu kenapa?’, ‘Nggak tahu’ katanya gitu. Kayak gimana ya, kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu lah. Di belakang. Keluar dari belakang, keluar dari kamar mandi kayaknya sih,”
Kenang Wulan tentang kondisi Syauqi.
Ia juga melihat tubuh Syauqi tampak melepuh saat dievakuasi tim medis. Adegan yang jauh lebih mengharukan justru datang dari Khadafi. Sang kakak histeris, berteriak-teriak hingga mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
“Pak RT nunggu ambulans sama kepolisian kan, itu Syauqi masih di dalam duduk. Kalau Khadafi-nya kan histeris terus, histeris, aku pengen bunuh diri nggak punya siapa-siapa lagi gitu. Kita kan ikut sedih juga kan, kalau Syauqi duduk diam aja. Nah pas medis datang itu baru diangkat keluar dah pingsan atau apa nggak ngerti saya,”
tuturnya lagi.
Yang menarik, kondisi rumah sama sekali tidak berantakan. Tak ada bau aneh yang tercium, meski mulut para korban yang tewas sudah terlihat berbusa.
“Kalau melepuhnya juga saya nggak begitu perhatikan. Saya perhatikan pokoknya berbusa karena kan teriaknya kan keracunan. Mas Khadafi-nya bilang, ‘Ibu saya keracunan’ gitu. Jadi udah berbusa semua ya, udah nggak bergerak kan, jadinya kan saya takut,”
Wulan menjelaskan.
Ketakutan itulah yang akhirnya membuatnya segera keluar dan meminta bantuan. “Ya udah akhirnya saya keluar, telepon Pak RT gitu. Pak RT, nggak lama lima menit datang baru hubungin ambulans sama kepolisian,” imbuhnya menutup cerita.
Artikel Terkait
Warga Aceh Timur Bergantung Rakit Usai Banjir Bandang Melebarkan Sungai Arakundo
Tiga Migran Tewas, Puluhan Diselamatkan dalam Kapal Terbalik di Dekat Kreta
Jadwal Imsak dan Salat Hari Keempat Ramadhan di Surabaya
Tiga Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Diduga Berfoto di Rel Batang