"Jadi sebelum antreannya jadi panjang, kita sudah eksekusi. Lebih awal dari sebelumnya. Semua berdasarkan data," tegas Rizky.
Angka 2.500 kendaraan yang lewat GT Ciawi menuju Puncak jadi salah satu patokan. Tapi, mereka tak cuma patok angka. Pengamatan visual di lapangan tetap jalan.
"Misal ekor di bawah masih sepi, rekayasa bisa ditunda. Tapi kalau di atas, sekitar Pasar Cisarua misalnya, sudah padat dan antrean mengular, ya langsung kita jalankan rekayasa. Sekalipun di daerah Gadog terlihat masih lengang," bebernya.
Soal volume, selama Operasi Lilin berlangsung, lalu lintas di Puncak memang ramai. Rata-rata, ada sekitar 50 ribu kendaraan roda empat atau lebih yang melintas setiap harinya. Angka itu gabungan dari kendaraan yang naik dan yang turun.
"Kurang lebih totalnya 50 ribu untuk yang naik-turun. Itu untuk kendaraan roda empat ke atas," pungkas Rizky menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Kedua Pihak Pulang Tanpa Kesepakatan
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diamankan KPK dalam OTT
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Isu Nuklir Jadi Penghalang
Dukungan untuk Menlu Sugiono Menguat di Munas IPSI