Data Real-Time Jadi Senjata Ampuh Polisi Kendalikan Arus Puncak

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:55 WIB
Data Real-Time Jadi Senjata Ampuh Polisi Kendalikan Arus Puncak

Lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor, ternyata cukup lancar selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini. Berbeda dari bayangan macet parah yang sering terjadi, arus kendaraan disebut polisi relatif terkendali. Tidak ada antrean kendaraan yang terjebak berjam-jam seperti yang dikhawatirkan banyak orang.

Lantas, apa kunci di balik kelancaran ini? Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama, membeberkan strategi yang diterapkan jajarannya. Mereka kini mengandalkan data real-time dari gerbang tol sebagai indikator utama.

"Polanya sekarang kita lihat dari counting GT, dari gerbang tol. Di situlah indikator perhitungan kita," jelas Rizky, Sabtu (3/12/2026).

Menurutnya, polisi punya ambang batas tertentu. Begitu data mendekati angka yang sudah ditetapkan saat indikator 'berwarna kuning' persiapan rekayasa lalu lintas langsung dimatangkan.

"Kalau sudah masuk hitungan dan menunjukkan warna kuning, kami langsung bersiap. Rekayasa lalu lintas siap dijalankan," ungkapnya.

Ini jadi perubahan signifikan. Dibanding tahun-tahun lalu, aksi sekarang lebih pre-emptif. Mereka tak menunggu kemacetan mengular panjang. Tindakan diambil lebih cepat, berdasarkan data yang mereka punya.

"Jadi sebelum antreannya jadi panjang, kita sudah eksekusi. Lebih awal dari sebelumnya. Semua berdasarkan data," tegas Rizky.

Angka 2.500 kendaraan yang lewat GT Ciawi menuju Puncak jadi salah satu patokan. Tapi, mereka tak cuma patok angka. Pengamatan visual di lapangan tetap jalan.

"Misal ekor di bawah masih sepi, rekayasa bisa ditunda. Tapi kalau di atas, sekitar Pasar Cisarua misalnya, sudah padat dan antrean mengular, ya langsung kita jalankan rekayasa. Sekalipun di daerah Gadog terlihat masih lengang," bebernya.

Soal volume, selama Operasi Lilin berlangsung, lalu lintas di Puncak memang ramai. Rata-rata, ada sekitar 50 ribu kendaraan roda empat atau lebih yang melintas setiap harinya. Angka itu gabungan dari kendaraan yang naik dan yang turun.

"Kurang lebih totalnya 50 ribu untuk yang naik-turun. Itu untuk kendaraan roda empat ke atas," pungkas Rizky menutup penjelasannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar