Seorang debt collector berinisial MT (40) akhirnya diamankan polisi. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Pujianah, istri dari seorang nasabah, hingga menyebabkan jari korban putus. Aksi kekerasan ini berawal dari penagihan utang yang dianggap tak lazim.
Menurut AKP Arya Widjaya, kasus ini bermula dari utang suami korban sebesar satu juta rupiah ke sebuah bank plecit. Utang itu sendiri sudah berjalan sejak Juli tahun lalu.
"Jadi pelaku ini menagih utang kepada suami korban sebesar Rp 1 juta," jelas Arya, Selasa (30/12/2025).
Perjanjian awalnya, uang sejuta itu akan dicicil setiap hari. Besarannya Rp 50 ribu per hari, yang artinya harus lunas dalam 25 hari. Tapi kenyataannya, hingga bulan Desember, utang itu masih menggantung. Tak lunas-lunas.
Artikel Terkait
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan
Pekerja Pabrik VKTR Apresiasi Kebijakan Percepatan Elektrifikasi Prabowo