Pramono Anung Ingatkan CPNS DKI: Integritas Kunci Utama, Korupsi Berarti Pemberhentian

- Selasa, 30 Desember 2025 | 23:35 WIB
Pramono Anung Ingatkan CPNS DKI: Integritas Kunci Utama, Korupsi Berarti Pemberhentian

Di bawah langit sore yang mulai redup di kawasan Taman Ismail Marzuki, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi menutup rangkaian pelatihan dasar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Jakarta Tahun 2025. Acara yang digelar pada Selasa (30/12/2025) itu bukan sekadar formalitas belaka. Pramono punya pesan khusus yang ingin dia sampaikan langsung kepada para peserta.

Integritas. Itulah kata kunci yang dia tekankan berulang kali. Menurutnya, menjadi Aparatur Sipil Negara di Ibu Kota bukanlah pekerjaan biasa. Tuntutannya jauh lebih tinggi.

"Saya sungguh memberikan harapan, menaruh harapan, bahwa CPNS DKI Jakarta yang telah pelatihan dasar bersama dengan lembaga LAN mudah-mudahan menjadi CPNS yang bisa memberikan pengabdian terbaik bagi pemerintah DKI Jakarta," ucap Pramono di hadapan para peserta.

Dia melanjutkan, pesan soal integritas itu menjadi inti dari pembekalan yang dia berikan. "Dalam kesempatan ini tadi saya ketika memberikan pembekalan, saya juga menyampaikan bahwa persoalan integritas itu menjadi kata kunci yang utama. Kalau seseorang sudah memilih untuk menjadi ASN, terutama untuk ASN di DKI Jakarta, karena memang tuntutannya cukup tinggi," jelasnya.

Peringatannya tegas. Bahkan, untuk hal yang paling serius sekalipun.

"Tentunya kalau ada ASN yang melakukan tindak pidana seperti itu korupsi dan sebagainya saya tidak segan-segan untuk memberhentikan. Dan kami akan lakukan untuk itu," imbuhnya tanpa ragu.

Di sisi lain, harapannya terhadap angkatan baru ini juga besar. Pramono yakin, dengan bekal pelatihan yang telah dijalani, mereka bisa menjadi motor penggerak untuk memajukan Jakarta. Kota yang dinamis ini butuh tenaga-tenaga baru yang bersih dan punya semangat melayani.

Acara penutupan itu sendiri berlangsung khidmat. Menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang para CPNS untuk mengabdi. Sekarang, tinggal tindak lanjut dan komitmen di lapangan yang akan membuktikan semuanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar