Meski tak merinci jumlah kapal yang dikerahkan Beijing, seorang sumber keamanan menyebut angkanya "signifikan". Yang lebih mengkhawatirkan, operasi ini disebut tidak hanya terpusat di Selat Taiwan. Cakupannya jauh lebih luas: dari Laut Kuning bagian selatan, merambah ke Laut China Timur dekat Kepulauan Diayou yang jadi sengketa dengan Jepang, lalu terus ke Laut China Selatan, hingga mencapai perairan Pasifik Barat.
"Ini memang menimbulkan ancaman dan berdampak bagi Indo-Pasifik dan seluruh kawasan," tegas Kuo.
Ia pun mendesak China untuk menahan diri. Namun, di sisi lain, Kuo juga mencoba menunjukkan kepercayaan diri. "Kami juga meyakini dapat menangani masalah ini dengan baik," imbuhnya.
Sampai sejauh ini, belum ada pengumuman resmi dari militer China maupun media pemerintah setempat mengenai operasi yang dilaporkan Taiwan tersebut. Ketika ditanya soal kebenaran pengerahan armada besar-besaran itu, Kementerian Luar Negeri Beijing juga tidak memberikan jawaban yang gamblang.
Juru bicaranya, Lin Jian, lebih memilih menekankan narasi standar tentang kebijakan defensif China dalam sebuah konferensi pers.
"Saya ingin menekankan bahwa China secara konsisten telah menjalankan kebijakan defensif," tegas Lin. "Angkatan Laut dan Penjaga Pantai China beroperasi secara ketat di perairan yang relevan, sesuai dengan hukum domestik China dan hukum internasional."
Ia lalu menutup dengan peringatan agar "pihak-pihak terkait" tidak "bereaksi berlebihan atau ... terlibat dalam propaganda yang tidak berdasar". Suasana tegang di kawasan itu, tampaknya, masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen