Polda Riau Gebrak Personel yang Jadi Backing Tambang dan Tebang Liar

- Jumat, 26 Desember 2025 | 15:35 WIB
Polda Riau Gebrak Personel yang Jadi Backing Tambang dan Tebang Liar

Peringatan keras dilayangkan Polda Riau hari ini. Targetnya adalah seluruh anggota yang masih berani main-main dengan tambang ilegal atau penebangan liar. Intinya jelas: siapa pun yang ketahuan terlibat, apalagi jadi backing, bakal ditindak tanpa kompromi.

Kombes Pol Harissandi, Kabid Propam Polda Riau, tak main-main. Ia menegaskan komitmen ini adalah bentuk dukungan nyata untuk Program Green Policing. Bukan cuma jargon, kata dia, ini kebijakan strategis yang menyatukan tugas keamanan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan hidup di Riau.

“Apabila masih ditemukan PNPP yang terlibat aktivitas kejahatan lingkungan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk pembangkangan dan pengkhianatan terhadap pimpinan dan organisasi,” tegas Harissandi, Jumat (26/12/2025).

Perintah konkretnya sudah turun. Semua Kapolres diminta memastikan anak buahnya bersih dari segala bentuk perusakan lingkungan. Mulai dari tambang emas liar, galian C, pasir, sampai illegal logging. Nggak ada tawar-menawar.

Bahkan, ketegasan ini merambah ke ranah internal yang lebih privat. Harissandi meminta ada pemetaan terhadap keluarga personel, baik Polri maupun PNS, yang dicurigai terlibat bisnis hitam itu. Tujuannya, menjaga marwah institusi di mata publik yang semakin kritis.

Latar belakangnya jelas. Riau ini kan punya kawasan gambut terluas di Sumatera, nyaris separuh wilayahnya. Fungsinya vital banget; menyimpan karbon, menopang keanekaragaman hayati, dan menjaga keseimbangan ekosistem global. Jadi, setiap kerusakan pada tanah, kayu, atau gambut di sini dampaknya serius dan jauh jangkauannya.

“Ketiganya harus dijaga secara bersama-sama. Karena itu, edukasi kepada masyarakat, pemberdayaan, serta penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan wajib dilakukan secara konsisten,” tegasnya lagi di hari yang sama.

Di sisi lain, Harissandi juga mengajak masyarakat turun tangan. Penegakan hukum saja tidak cukup. Polri, katanya, juga fokus pada upaya meningkatkan pemahaman publik bahwa melestarikan alam adalah investasi perlindungan jangka panjang.

“Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan melindungi kita. Ini adalah tanggung jawab bersama demi generasi hari ini dan masa depan,” tuturnya.

Pada akhirnya, komitmen ini diharapkan bukan sekadar gebrakan sesaat. Polda Riau bertekad mengawal Program Green Policing hingga tuntas, selaras dengan semangat ‘Melindungi tuah dan menjaga marwah’. Tantangannya besar, tapi langkahnya sudah dimulai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar