Namun begitu, cerita yang disampaikan K ke polisi berbeda. Dia dengan tegas menyangkal telah mengirim ancaman apa pun. Menurut pengakuannya, dia sama sekali tidak memposting konten ancaman bom, baik lewat TikTok maupun email.
Alih-alih mengaku, K justru menduga akun email miliknya telah diretas orang lain. Klaim ini tentu saja tidak serta-merta diterima begitu saja oleh penyidik.
"Iya si K itu, pemilik e-mail itu, pemilik TikTok itu," jelas AKP Made Budi. "Tapi berdasarkan pemeriksaan awal, dia tidak mengaku bukan dia gitu. Iya ngakunya begitu (diretas)."
Penyelidikan Masih Berjalan
Pernyataan K itu membuat polisi tak bisa berhenti sampai di sini. Mereka kini fokus pada verifikasi dan mencari kecocokan data, termasuk nomor HP yang diduga terkait. Pencarian terhadap kemungkinan pelaku lain pun masih terus dilakukan. Kasus ini belum berakhir; polisi masih menyelami lebih dalam untuk mengungkap motif dan siapa sebenarnya otak di balik teror yang sempat membuat heboh itu.
Artikel Terkait
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Alasan Keamanan dan Ketegangan Politik Jadi Penyebab
Kemensos Pastikan Bansos Reguler Berlanjut Hingga April 2026
BRIN Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Adalah Sampah Antariksa
Kardinal Suharyo Serukan Pertobatan Ekologis di Misa Paskah Katedral Jakarta