Dia menambahkan, peningkatan curah hujan ini diprediksi bakal berlangsung dari akhir Desember nanti hingga awal Januari 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (23/12), yang membahas perkembangan pasca bencana hidrometeorologi di Sumatra.
Di sisi lain, ada kabar yang sedikit lebih baik untuk wilayah yang baru saja dilanda musibah. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menurut analisis BMKG, justru akan relatif kondusif cuacanya dalam sepekan mendatang. Peta prediksi didominasi warna hijau, yang berarti curah hujan ringan kurang dari 20 mm per hari.
Tapi jangan buru-buru lengah. Andri mengingatkan bahwa beberapa titik di Aceh masih masuk zona kuning atau hujan sedang. "Masyarakat tetap diminta waspada," lanjutnya.
Untuk mendukung pemulihan di ketiga provinsi itu, BMKG bersama BNPB masih terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hasilnya? Cukup signifikan. Operasi ini berhasil menekan intensitas hujan sebesar 23,35% di Aceh, 15,48% di Sumut, dan 20,23% di Sumbar. Upaya itu diharapkan bisa mempercepat proses recovery di lapangan, memberi sedikit ruang bernapas bagi wilayah yang terdampak.
Artikel Terkait
Prabowo Bahas Gaza dan Kondisi Dalam Negeri Bersama Tokoh Ormas Islam
Gelombang Pemudik Masih Padati Bakauheni di H+7 Lebaran
Kuasa Hukum Jap Ferry Sanjaya Tuntut Vrijspraak, Sebut Kasus Plaza Klaten Murni Perdata
Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati