Suasana di Stadion Jember Sport Garden (JSG) sore itu riuh. Bupati Jember, Gus Fawait, dan istrinya, Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita atau Ning Ghyta, hadir langsung untuk menutup sekaligus memberi penghargaan pada para peserta Jember Adventure Extreme (JAVEX). Sambutan untuk mereka berdua terasa hangat, terutama dari para off-roader yang baru saja keluar dari medan berat dan berhasil mencapai garis finis.
Ning Ghyta punya perhatian khusus. Di tengah kerumunan, ia menyempatkan diri memberikan buket bunga kepada para off-roader perempuan. Sebuah apresiasi simbolis untuk mereka yang berhasil menaklukkan rute ekstrem ajang bergengsi ini.
Antusiasme peserta tahun ini memang luar biasa. JAVEX 2025 bukan cuma soal mobil 4x4. Kategori 4x2 dan 2x1 juga diperlombakan, menarik lebih dari 200 peserta mobil dari seantero negeri. Lihat saja, ada yang datang dari Bali, Jakarta, Semarang, Jogja, bahkan jauh dari Kalimantan dan Sulawesi. Tapi, dominasi peserta asal Jawa Timur tetap tak terbantahkan, dengan kehadiran dari hampir semua kabupaten dan kota di provinsi ini.
Melihat semangat yang menggebu ini, Gus Fawait tersenyum. Baginya, ini adalah sinyal positif. “Dulu, sekitar satu atau dua dekade lalu, Jember itu surganya olahraga otomotif ekstrem,” kenangnya.
“Kegiatan ini merupakan momentum kebangkitan Jember sebagai destinasi utama wisata olahraga (sport tourism), baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua,” ungkap Gus Fawait.
Ia menekankan, fokus pemerintahannya adalah mendorong perputaran ekonomi. Terutama di desa-desa yang dilintasi para peserta tadi. Menurutnya, menggenjot pariwisata adalah strategi jitu untuk mendongkrak pertumbuhan sekaligus mengikis angka kemiskinan di Jember.
Puncak acara awarding adalah pengundian hadiah utama. Gus Fawait sendiri yang memutarkan drum berisi kupon. Dan, satu unit mobil itu akhirnya jatuh ke tangan Agus, seorang peserta asal Bali.
“Jalur di Jember luar biasa menantang dan sangat istimewa. Saya siap hadir kembali pada kegiatan berikutnya,” ujar Agus dengan penuh semangat, masih tak percaya dengan keberuntungannya.
Sebelum acara benar-benar berakhir, Gus Fawait menyampaikan harapannya. Ia ingin JAVEX ke depan tak cuma besar di tingkat nasional. “Kita bidik agar tahun-tahun mendatang bisa menjaring peserta dari mancanegara,” tutupnya, mengakhiri hari yang penuh debu dan semangat itu.
Artikel Terkait
Dua Laga Krusial Wajib Dimenangkan Borneo dan Persebaya di BRI Super League
Israel Serang Gedung di Gaza, Klaim Fasilitas Militer Hamas
Prabowo Apresiasi MUI sebagai Pilar Stabilitas dan Kerukunan Bangsa
Taksi Listrik Tabrak Separator Busway di Ragunan, Diduga Sopir Mengantuk