Angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Pandeglang Rabu kemarin meninggalkan jejak kerusakan. Setidaknya, enam rumah warga rusak diterpa angin dan ada juga yang hancur karena tertimpa pohon tumbang. Akibatnya, sekitar delapan belas orang harus merasakan dampaknya.
Sekretaris BPBD setempat, Nana Mulyana, mengonfirmasi kejadian ini. Menurutnya, peristiwa itu tersebar di tiga kecamatan: Saketi, Kadu Hejo, dan Picung.
"Rumah terdampak angin kencang 6 kepala keluarga," jelas Nana.
Ia menyebut pemicunya adalah cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas bervariasi, dari ringan sampai lebat, datang disertai angin yang menggila. Kombinasi itulah yang akhirnya merobohkan sejumlah bangunan.
"Telah terjadi kejadian rumah roboh yang disebabkan oleh curah hujan ringan hingga lebat disertai angin kencang," ucapnya lagi.
Nasib serupa dialami Januri, seorang warga di Kecamatan Picung. Rumahnya tak berkutik saat sebatang pohon petai raksasa tingginya belasan meter rubuh menimpa. Atap rumahnya pun remuk.
"Hancur akibat tertimpa pohon tumbang," kenang Januri.
Untungnya, cerita ini tidak berakhir tragis. Januri dan keluarganya sedang tidak berada di dalam rumah saat kejadian. Jadi, meski properti rusak, nyawa selamat.
"Tidak ada korban jiwa," imbuhnya, melegakan.
Artikel Terkait
Perundungan Bukan Sekadar Kenakalan: UNICEF Ungkap Empat Bentuk dan Dampak Serius pada Korban
Mantan Ketua BPK Sebut Perhitungan Kerugian Negara dalam Kasus Chromebook Bersifat Asumtif
Mendagri Akui Pembinaan Daerah Terlalu Represif, Kini Dorong Keseimbangan Insentif dan Pengawasan
Nadiem Makarim Hadiri Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook, Kembali Ajukan Pengalihan Tahanan Demi Operasi