Bau menusuk masih jadi keluhan utama di sepanjang Ciputat menuju Pamulang, Tangerang Selatan. Penyebabnya? Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan, terutama di kolong flyover Ciputat, sudah berhari-hari tak tersentuh petugas. Warga sekitar jengkel, tapi pemandangannya kini sedikit berubah. Pemerintah Kota Tangsel punya cara unik: menutupi gunungan sampah itu dengan terpal biru.
Harapannya sih sederhana, agar bau tak sedapnya tidak terlalu menyebar dan mengganggu aktivitas. Meski begitu, upaya itu terasa seperti menutupi masalah alih-alih menyelesaikannya. Dari kejauhan, gundukan terpal itu terlihat aneh di tengah jalanan yang ramai.
Pantauan di lokasi menunjukkan situasinya cukup parah. Sampah yang menumpuk di trotoar kolong flyover itu tingginya nyaris menyamai pagar pembatas pedestrian. Isinya campur aduk, tidak hanya sisa rumah tangga, tapi juga potongan kayu dan bahkan bekas kasur. Sungguh pemandangan yang tidak mengenakkan.
Menurut sejumlah saksi, kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari.
"Kalau di sini sih 3-4 hari belakangan ini nggak ada yang ngangkut," ujar Sarman, seorang warga yang ditemui di lokasi.
Keluhannya bukan tanpa alasan. Di sisi lain, masalahnya ternyata tidak cuma terpusat di satu titik. Sepanjang trotoar dari arah Ciputat ke Pamulang, sampah dalam kantong plastik masih berserakan. Seolah, terpal di kolong flyover hanyalah solusi sementara untuk sebagian kecil dari masalah yang lebih besar.
Fenomena ini memunculkan tanda tanya. Apakah penutupan dengan terpal adalah solusi akhir, atau hanya sekadar menunda pekerjaan? Bagi warga yang setiap hari melewati kawasan itu, yang mereka tunggu jelas bukan terpal baru, melainkan kehadiran truk pengangkut yang bisa membersihkan semua itu hingga tuntas.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi