Zulhas Tinjau Sawah Hancur di Aceh, Petani Minta Bantuan Hidup dan Rehabilitasi Lahan

- Senin, 15 Desember 2025 | 09:30 WIB
Zulhas Tinjau Sawah Hancur di Aceh, Petani Minta Bantuan Hidup dan Rehabilitasi Lahan

Minggu lalu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyambangi Aceh. Tujuannya jelas: melihat dari dekat kerusakan hebat yang dialami lahan pertanian akibat banjir dan longsor. Wilayah yang dikunjungi meliputi Kecamatan Meureudu di Pidie Jaya dan Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.

Pemandangan di lokasi sungguh memprihatinkan. Saat meninjau pada hari Minggu (14/12/2025) itu, Zulhas menyaksikan sendiri hamparan sawah yang tak lagi hijau, melainkan tertutup lumpur tebal. Menurut data yang dihimpun, kerusakan tidak main-main. Lebih dari 2000 hektar area persawahan di dua kecamatan itu hancur, tak bisa langsung ditanami.

Di tengah keprihatinan itu, suara para petani terdengar jelas. Mereka menyambut kedatangan Menko, sekaligus menyampaikan harapan mereka.

Intinya, ada dua permintaan mendesak. Pertama, mereka meminta bantuan tunjangan hidup sementara. Bencana ini menghilangkan mata pencaharian mereka, jadi bantuan itu diharapkan bisa menopang keluarga setidaknya untuk enam bulan ke depan.

Kedua, permintaan untuk rehabilitasi lahan. Sawah yang rusak parah butuh perbaikan serius sebelum bisa kembali digarap. Itu jadi harapan terbesar mereka.

Usai dari persawahan, rangkaian kunjungan berlanjut. Zulhas kemudian meninjau sebuah tempat yang kini berfungsi sebagai dapur umum darurat, yaitu SPPG (Sentra Pangan Pokok dan Gizi) Geulanggang Baro di Kecamatan Kota Juang, Bireuen. SPPG ini biasanya punya fungsi lain, namun dalam situasi darurat seperti ini, ia beralih menjadi penyedia makanan bagi warga yang terdampak.

Di tempat inilah Zulhas memberikan penekanan khusus.

“Yang penting, pasokan pangan untuk warga harus sehat dan bergizi. Standar dari Badan Gizi Nasional wajib jadi acuan,” tegasnya.

Pesan itu sederhana namun krusial: di tengah krisis, kesehatan korban bencana tidak boleh diabaikan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler